Satya Nadella Ingatkan Risiko Besar Berbagi Data pada AI Pihak Ketiga

Share

CEO Microsoft Satya Nadella memperingatkan bahaya berbagi data secara berlebihan pada model AI pihak ketiga yang dapat menghancurkan bisnis, menurut laporan dari Detik iNET pada Kamis, 30 Juli 2026.

Nadella menyarankan perusahaan agar mencatat seluruh data penggunaan AI oleh karyawan dan menggunakan AI gateway sebagai pelindung data. Ini memungkinkan bisnis melatih atau menyempurnakan model AI mereka sendiri tanpa tergantung pada pihak luar.

"Perusahaan mana pun yang tidak memiliki kontrol ini, saya rasa tidak akan bisa bertahan, karena pada dasarnya Anda telah mengalihdayakan pikiran kepada pihak lain," ujar Satya Nadella di CNN yang dikutip Detik iNET.

Meskipun tujuan utama penggunaan AI adalah mengalihdayakan pemikiran ke mesin, Nadella menilai ketergantungan berat pada software AI milik pihak lain berpotensi menjadi awal kehancuran perusahaan.

Microsoft yang juga penyedia infrastruktur cloud memfasilitasi perusahaan menjalankan model mereka sendiri. Nadella melihat tren perusahaan beralih ke model AI kustom yang lebih hemat biaya dibandingkan menggunakan model tertutup dari laboratorium AI besar.

"Anda bisa bebas menggunakan berbagai model sesuai dengan keunggulannya masing-masing. Sekalipun kelak ada salah satu model yang tidak lagi tersedia, Anda tetap bisa mengendalikan nasib bisnis Anda sendiri," kata Nadella.

Namun, Nadella dikritik karena tidak memperingatkan pengguna biasa untuk membatasi data yang dibagikan ke model AI, berbeda dengan anjuran kepada perusahaan.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: AI Microsoft Teknologi
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author