Rupiah Menguat ke Rp17.949 per Dolar AS pada 3 Juli 2026
Nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan hari terakhir pekan ini pada 3 Juli 2026 dengan mencatatkan penguatan sebesar 0,23 persen ke level Rp17.953 per dolar Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Bloombergtechnoz, mata uang Garuda tidak lama kemudian kembali mendapatkan tambahan tenaga dengan menguat sebesar 0,25 persen ke posisi Rp17.949 per dolar AS pada pukul 09.10 WIB.
Apresiasi ini terjadi di tengah menyusutnya indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama yang melorot ke level 100,82 akibat data pasar tenaga kerja AS yang mulai kehilangan momentum.
Jumlah nonfarm payrolls di AS pada Juni tercatat hanya bertambah 57.000, angka yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan tren pertumbuhan pada beberapa bulan sebelumnya.
Kondisi pasar tenaga kerja yang melambat tersebut diprediksi bakal memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan sikap yang lebih lunak dalam menentukan arah suku bunga.
Pelaku pasar saat ini dilaporkan mulai mengurangi ekspektasi terhadap adanya kenaikan suku bunga lanjutan dari bank sentral AS pada tahun ini.
Situasi global tersebut membawa ruang penguatan bagi sebagian mata uang di kawasan Asia, di mana ringgit Malaysia mencatatkan penguatan paling tajam dalam sesi perdagangan hari ini.
Langkah penguatan ringgit tersebut kemudian disusul oleh pergerakan positif dari baht Thailand, peso Filipina, dolar Singapura, yuan China, serta yuan offshore.
Di sisi lain, pergerakan mata uang won Korea Selatan, yen Jepang, dan dolar Taiwan terpantau masih sedikit tertahan akibat sentimen domestik masing-masing negara.
Won Korea Selatan tertahan di level KRW1.539 per dolar AS akibat aksi jual di pasar saham, meski pelemahannya telah terpangkas menjadi 0,07 persen pada pukul 09.03 WIB.
Sentimen domestik yang selama sepekan ini menggelayuti rupiah diperkirakan mereda dalam jangka pendek berkat ekspektasi sikap bank sentral AS yang lebih lunak.
Secara teknikal, pergerakan nilai tukar rupiah dinilai memiliki potensi untuk terus melanjutkan tren penguatan pada hari ini setelah memecahkan trendline sebelumnya.
Mata uang rupiah berpotensi menembus target resistance terdekat pada level Rp17.930 per dolar AS, dengan target resistance potensial selanjutnya menuju posisi Rp17.900 per dolar AS.
Indikator teknikal juga memperlihatkan level Rp17.800 per dolar AS sebagai posisi paling optimistis bagi penguatan rupiah pada hari ini dalam grafik daily untuk jangka pendek.
Sebaliknya, pergerakan nilai tukar rupiah saat ini memiliki level support terdekat pada posisi Rp18.000 per dolar AS untuk membatasi potensi pelemahan.
Apabila level support terdekat tersebut berhasil ditembus, pergerakan mata uang Garuda akan mengonfirmasi level support selanjutnya di posisi Rp18.100 per dolar AS yang juga menjadi batas psikologis.