Rumah Berhantu Ditinggal 30 Tahun Terjual Rp39 Miliar di Brisbane
Sebuah bangunan tua yang dijuluki rumah berhantu di kawasan elite Paddington, Brisbane, Australia, berhasil terjual melalui lelang seharga US$3,1 juta atau sekitar Rp39 miliar pada Senin (27/7/2026), dilansir dari HaiBunda.
Properti di 31 Perrott Street tersebut mendadak menjadi incaran banyak pembeli setelah kosong tanpa penghuni sejak era 1990-an. Saat ditinggalkan, pemilik sebelumnya membiarkan seluruh perabotan, furnitur, mainan, hingga perlengkapan rumah tangga tetap berada di dalam rumah.
Sebanyak 15 peserta terdaftar mengikuti proses lelang secara intensif yang turut disaksikan oleh sekitar 150 penonton. Kegiatan lelang tersebut diawali dengan penawaran pembuka sebesar US$2,75 juta sebelum akhirnya ditutup di angka US$3,1 juta setelah belasan penawaran masuk.
Agen Ray White Paddington, Max Hadgelias, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap bangunan berlantai tiga tersebut sudah sangat tinggi sebelum lelang dimulai.
"Prosesnya sangat cepat. Kami mendapat penawaran pembuka yang sangat kuat, kemudian disusul banyak penawaran lainnya hingga rumah itu langsung masuk tahap penjualan dan terjual dengan cepat," ujar Hadgelias.
Pihak keluarga pemilik lama merasa puas karena aset bernilai sejarah tinggi tersebut kini telah berpindah tangan kepada pemilik baru.
"Mereka senang melihat rumah ini berpindah ke tangan orang lain setelah sekian lama menjadi bagian dari keluarga. Kini ada keluarga baru yang akan memberikan kehidupan baru pada rumah tersebut," kata Hadgelias.
Pemenang lelang merupakan keluarga lokal setempat yang berencana melakukan restorasi total pada bangunan berarsitektur klasik Queenslander tersebut. Properti ini berdiri di atas lahan seluas 473 meter persegi dan dilengkapi pemandangan langsung ke pusat Kota Brisbane.
Sejarawan arsitektur Marianne Taylor membeberkan hasil pengamatannya saat mendatangi lokasi untuk program YouTube House Detective.
"Rumah ini dipenuhi barang antik, furnitur, mainan, toilet lama, ruang cuci tua, dan di bawah tangga ada area yang terasa sangat menyeramkan," ungkap Taylor.
Sisa peninggalan penghuni terdahulu masih terlihat jelas di beberapa sudut ruangan tanpa ada perubahan posisi sama sekali sejak puluhan tahun lalu.
"Konon saat pemilik pergi, mereka meninggalkan semuanya begitu saja. Meja makan masih tertata dan masih ada makanan di dalam lemari. Itu benar-benar luar biasa," lanjut Taylor.
Penelitian awal menunjukkan bahwa bangunan utama rumah diperkirakan berdiri sekitar tahun 1914–1915 dan telah dikuasai keluarga yang sama selama lebih dari satu abad. Pada masa perang, area ruang bawah tanah rumah diduga kuat pernah difungsikan sebagai tempat perlindungan sekaligus fasilitas rumah sakit.