Robert Budi Hartono Resmi Menjadi Pengendali Tunggal Bank BCA

Share

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara resmi menetapkan Robert Budi Hartono sebagai Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) tunggal perseroan, menyusul wafatnya Bambang Hartono. Kepastian perubahan struktur kepemilikan saham tersebut dikonfirmasi oleh manajemen BCA melalui Keterbukaan Informasi di Bursa Efek Indonesia pada Senin (3/8/2026).

Perubahan pengendalian ini dipicu oleh meninggalnya Bambang Hartono yang sebelumnya merupakan salah satu pemilik saham PT Dwimuria Investama Andalan (DIA). PT DIA sendiri merupakan entitas pemilik saham pengendali utama BCA dengan persentase kepemilikan mencapai 54,942 persen.

Sebelumnya, PT DIA dikendalikan secara bersama oleh Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Pasca meninggalnya Bambang Hartono, porsi kepemilikan saham Robert Budi Hartono di PT DIA tetap sebesar 51 persen dari modal ditempatkan dan disetor, namun kini kendali penuh atas perusahaan berada di tangannya.

"Dengan demikian Pemegang Saham Pengendali Terakhir Perseroan menjadi Bapak Robert Budi Hartono," tulis manajemen BBCA dikutip dari Keterbukaan Informasi, Senin (3/8/2026).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah mencatat perubahan administratif struktur kepemilikan tersebut melalui Surat Nomor SR-21/PB.333/2026 tertanggal 29 Juli 2026 yang diterima manajemen BCA pada Kamis (30/7/2026).

"Perubahan struktur kepemilikan akhir Perseroan telah dicatat dalam administrasi pengawasan OJK dimana Bapak Robert Budi Hartono merupakan Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) dari Perseroan," pungkasnya.

Pihak manajemen BCA memastikan pergantian posisi pengendali ini tidak memberi dampak negatif bagi jalannya operasional bisnis perbankan.

"Informasi atau fakta material yang diungkapkan tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi dan kinerja keuangan, atau kelangsungan usaha BBCA," tulis manajemen BBCA.

Corporate Secretary BCA Rudy Budiardjo menguatkan pernyataan tersebut dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada publik dan regulator.

"Dengan demikian, pemegang saham pengendali terakhir perseroan menjadi Bapak Robert Budi Hartono," katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 31 Juli 2026.

Surat resmi dari regulator terkait penyesuaian data kepemilikan emiten juga ditegaskan kembali oleh pihak Sekretaris Perusahaan.

"Informasi dan fakta maretal yang diungkap tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi, dan kinerja keuangan atau kelangsungan usaha perseroan," katanya.

Penegasan mengenai persentase saham serta posisi hukum perseroan disampaikan secara konsisten kepada seluruh pemangku kepentingan.

"Dengan demikian, pemegang saham pengendali terakhir perseroan (BBCA) menjadi Bapak Robert Budi Hartono," ujar Rudy Budiarjo, Sekretaris Perusahaan BCA.

Dari pergerakan pasar modal, harga saham BBCA ditutup melemah 1,94 persen ke level Rp 6.325 per saham pada Jumat (31/7/2026). Meskipun demikian, saham BBCA masih membukukan kenaikan 1,61 persen dalam kurun waktu lima hari perdagangan, dengan aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing tercatat sebesar Rp 100,4 miliar pada akhir pekan lalu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author