Restoran di Serangoon Jual Mie Udang Murah demi Bantu Warga Sambil Rugi

Share

Sebuah restoran di Serangoon, Singapura, menjadi pusat perhatian setelah menawarkan menu makanan dengan harga yang sangat terjangkau di tengah lonjakan biaya hidup. Tempat makan bernama Yu Xia Ge tersebut memotong harga menu mie udang porsi besar mereka demi membantu masyarakat setempat.

Seperti dilansir dari Detik Food, tekanan inflasi serta situasi geopolitik di Timur Tengah memaksa banyak pelaku usaha kuliner di Singapura menaikkan harga atau mengurangi porsi hidangan. Kondisi ini memicu keluhan dari para konsumen yang kini harus berpikir ulang sebelum memutuskan untuk makan di luar rumah.

Di tengah situasi sulit tersebut, Yu Xia Ge yang baru beroperasi selama beberapa bulan mengambil langkah berani dengan memberikan potongan harga hingga hampir 90 persen. Hidangan mie udang porsi besar yang awalnya dijual seharga S$10,80 atau sekitar Rp 150.700, kini dipangkas menjadi hanya S$1,80 atau berkisar Rp 25.123 saja.

Berdasarkan laporan motherhsip.sg pada 1 Juni, satu porsi makanan tersebut berisi mie yang dilengkapi dengan dua buah topping udang berukuran besar. Berdasarkan informasi dari pihak pengelola, terdapat sejumlah kriteria dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh konsumen untuk mendapatkan promo khusus ini.

Pembeli wajib menikmati hidangan tersebut langsung di tempat atau makan di tempat. Selain itu, konsumen juga diharuskan mengikuti akun media sosial resmi milik Yu Xia Ge di platform TikTok, Facebook, serta Instagram, dengan batasan satu kali penukaran untuk setiap pelanggan.

Melalui gambar menu yang tersedia, hidangan mie tersebut disajikan lengkap bersama sayuran hijau, tauge, serta dua udang besar yang masih utuh dengan bagian kepala dan ekor. Label harga asli sebesar S$10,80 pun terlihat sudah dicoret pada daftar menu.

Saat diwawancarai oleh Shin Min Daily News, pemilik rumah makan mengungkapkan bahwa biaya produksi atau modal awal untuk membuat satu porsi mie udang tersebut sebenarnya mencapai S$2,20 atau sekitar Rp 30.698. Hal ini menunjukkan bahwa pihak restoran sengaja menjual menu tersebut dalam kondisi rugi demi menjaga harga tetap rendah bagi konsumen.

Langkah menanggung kerugian ini tetap diambil sebagai bentuk apresiasi kepada para pelanggan yang telah memberikan dukungan sejak restoran pertama kali dibuka pada akhir Februari lalu. Pihak manajemen berharap aksi ini dapat meringankan beban finansial masyarakat sekaligus menjadi sarana promosi untuk melestarikan kuliner mie udang tradisional khas Singapura.

Kenaikan harga bahan baku, tarif utilitas, serta biaya operasional yang terus membubung tinggi diakui menjadi tantangan berat bagi manajemen. Lonjakan pengeluaran tersebut mempersulit upaya tim dapur dalam mempertahankan standar makanan dengan harga yang murah bagi publik.

"Namun, beberapa dari kami di industri ini sepakat bahwa kami berharap dapat melakukan yang terbaik untuk mendukung warga Singapura selama masa sulit ini," katanya.

Pengelola Yu Xia Ge berencana untuk mempertahankan masa berlaku promo potongan harga ini hingga pengeluaran untuk energi serta operasional kembali berada di level yang stabil. Kebijakan harga murah ini berhasil menarik minat masif dari masyarakat hingga memicu lonjakan jumlah pengunjung restoran menjadi dua kali lipat.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: kuliner mie udang Singapura
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author