Dishub DKI Jakarta Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Bundaran HI

Share

Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional di ruas jalan yang bersinggungan dengan kawasan Bundaran HI. Langkah ini diambil menyusul adanya agenda puncak perayaan HUT ke-499 Jakarta.

Seperti dilansir dari Detikcom, perhelatan akbar tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026. Acara utama akan dimulai dari pukul 15.30 hingga 22.00 WIB.

Pengaturan arus kendaraan akan diterapkan mulai pukul 14.00 sampai 23.00 WIB. Terdapat delapan ruas jalan yang terkena dampak langsung dari kebijakan penutupan dan pembatasan berkala ini.

Jalan Jenderal Sudirman pada segmen Bundaran HI sampai Dukuh Atas menjadi salah satu titik utama pembatasan. Selain itu, Jalan M.H. Thamrin dan Jalan M. Mashabi juga mengalami penyesuaian arus.

Akses lain yang diatur meliputi Jalan Sutan Syahrir segmen Jalan Agus Salim menuju Bundaran HI, serta Jalan Imam Bonjol untuk segmen serupa. Jalan Kotabumi, Jalan Teluk Betung, dan Jalan Sumenep turut masuk dalam daftar rekayasa.

Rute Alternatif bagi Pengendara

Masyarakat dari arah Utara atau Harmoni yang ingin menuju Selatan atau Semanggi dialihkan melalui Jalan Hayam Wuruk menuju Jalan Ir. H. Juanda.

Pengendara kemudian berputar di simpang Jalan Veteran III, lalu melanjutkan ke Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Suryapranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Cideng Timur, Jalan KH.

Mas Mansyur, hingga Jalan Prof. DR. Satrio sebelum berputar balik ke Jalan Jenderal Sudirman.

Bagi arus kendaraan dari Utara menuju Timur atau Tugu Tani, rute dialihkan melalui Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Pos, Jalan Gedung Kesenian, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jalan Pejambon, dan Jalan M.I Ridwan Rais.

Sebaliknya, pergerakan dari Timur menuju Utara dialihkan lewat Jalan M.I Ridwan Rais, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Medan Merdeka Utara, lalu mengarah ke Jalan Majapahit.

Untuk pengendara dari Timur menuju Barat atau Tanah Abang, jalur alternatif melintasi Jalan M.I. Ridwan Rais, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Abdul Muis, dan Jalan Fachrudin.

Arus dari Timur atau Menteng menuju Barat dapat melewati Jalan Imam Bonjol, Jalan Agus Salim, Jalan KH Wahid Hasyim, dan Jalan KH Mas Mansyur. Pilihan lain adalah melalui Jalan Imam Bonjol, Jalan Agus Salim, Jalan Kebon Sirih, kemudian Jalan Fachrudin.

Pengguna jalan dari Selatan menuju Utara dialihkan lewat Jalan Jend. Sudirman, Jalan KH. Mas Mansyur, Jalan Cideng Barat, hingga Jalan Suryopranoto.

Jalur lain bisa melintasi Jalan Jend. Sudirman, Jalan Karet Pasar Baru Timur III, Jalan Karet Pasar Baru Timur 2, Jalan R.M Margono Djojohadikoesoemo, Jalan KH. Mas Mansyur, Jalan Cideng Barat, dan Jalan Suryopranoto.

Perjalanan dari Barat ke Timur atau Stasiun Gambir diarahkan melalui Jalan Abdul Muis, Jalan Budi Kemuliaan, dan Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Jalan Medan Merdeka Timur.

Sementara itu, arus dari Barat yang menuju Tugu Tani dialihkan melintasi Jalan Jati Baru Raya menuju Jalan Kebon Sirih, atau melalui Jalan Fachrudin, Jalan KH. Wahid Hasyim, Jalan Agus Salim, dan Jalan Kebon Sirih.

Fasilitas Kantong Parkir Resmi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang keras masyarakat memarkirkan kendaraan di badan jalan selama acara berlangsung. Pihak penyelenggara telah menyiapkan 21 titik lokasi kantong parkir resmi di sekitar tempat kegiatan.

Fasilitas parkir ini tersedia di Pelataran Parkir IRTI Monas, Lemhamnas, Perpustakaan Nasional, Gedung Telkom STO Gambir, Kementerian BUMN, Menara Dana Reksa, Gedung Indosat, dan Kementerian Pariwisata.

Kawasan komersial seperti Wisma Mandiri, TPE Sabang, Djakarta Theater, Gedung Sarinah, Plaza Indonesia, Grand Indonesia, Wisma Nusantara, Mandarin Oriental Hotel, dan The City Tower juga dibuka untuk parkir pengunjung.

Titik parkir lain yang dapat digunakan adalah Taman Menteng, Gedung BNI 46, Wisma 46 Outdoor, serta area dalam Gedung Wisma 46.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author