Purbaya Pastikan Kondisi Fiskal Aman di Tengah Pelemahan Rupiah

Share

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa anggaran pendapatan negara dalam kondisi aman menyusul lonjakan penerimaan perpajakan yang signifikan pada tahun 2026. Penegasan ini membantah tudingan yang mengaitkan kemerosotan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dengan pengelolaan fiskal pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (3/6).

Klarifikasi tersebut disampaikan pemerintah untuk merespons sentimen negatif di pasar keuangan setelah mata uang rupiah ditutup melemah 128 poin atau 0,71 persen ke posisi Rp17.966 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (3/6) sore.

"Banyak yang bilang (rupiah melemah) gara-gara (kebijakan) fiskalnya berantakan. Kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngawur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Menurut penjelasan Purbaya, fondasi keuangan negara saat ini menunjukkan performa yang lebih kokoh dibandingkan tahun sebelumnya berkat hasil nyata dari pelaksanaan reformasi perpajakan.

"Reformasi di perpajakan sudah menghasilkan peningkatan pendapatan perpajakan yang amat signifikan, sehingga anggaran kita amat aman," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Terkait fluktuasi nilai tukar yang terjadi di pasar sekunder, Purbaya menyatakan bahwa otoritas penuh untuk melakukan intervensi dan menjaga stabilitas mata uang berada di bawah kendali Bank Indonesia.

"Kalau masalah nilai tukar, bank sentral adalah ahlinya. Kita serahkan ke bank sentral," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Purbaya juga mengidentifikasi bahwa pergerakan kurs rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat dipicu oleh penyebaran spekulasi yang tidak akurat, termasuk kabar burung mengenai instruksi pelaksanaan stress test bagi industri perbankan nasional.

"Ada yang bilang saya suruh perbankan melakukan stress terst kalau rupiahnya Rp18` ribu lebih. Padahal saya enggak pernah isu seperti itu. Jadi banyak isu-isu di pasar yang membuat sentimen ke rupiah negatif," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Kementerian Keuangan kini memilih untuk mengarahkan seluruh sumber daya pada upaya penguatan fundamental ekonomi nasional agar mampu memacu pertumbuhan yang lebih progresif.

"Pada akhirnya kita percaya rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya. Jadi saya fokusnya di situ," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author