Polisi Ungkap Siasat Eksekutor Pembunuhan Warga Korsel di Bekasi
Aparat kepolisian mengungkap siasat pria berinisial HW yang menjadi eksekutor pembunuhan warga negara Korea Selatan berinisial BS di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pelaku berupaya menghilangkan jejak kejahatannya dengan membuang sejumlah barang bukti ke aliran Sungai Kalimalang, seperti dilansir dari Detikcom pada Rabu (3/6/2026).
Penyelidikan kepolisian menunjukkan bahwa barang-barang yang dibuang meliputi rekaman kamera pengawas hingga senjata tajam yang digunakan untuk menghabisi korban. Selain membuang benda tajam dan elektronik, pelaku juga membakar pakaian yang digunakannya saat melancarkan aksi tersebut tepat di samping lokasi tempat kerjanya.
"HW membuang laptop, DVR CCTV, dan pisau ke aliran sungai Kalimalang untuk menghilangkan jejak," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni saat dihubungi, Rabu (3/6/2026).
Pihak kepolisian kemudian merinci sejumlah perlengkapan pakaian yang dibakar oleh pelaku setelah melakukan aksi pembunuhan. Berdasarkan hasil interogasi, pelaku memusnahkan pakaian penyamaran berupa penutup kepala hingga sarung tangan.
"Untuk menghilangkan jejak, Saudara HW membakar pakaian yang digunakan pada saat melakukan pembunuhan tersebut, yaitu berupa hoodie warna biru, topi warna hitam, serta sarung tangan warna abu-abu," ujar Sumarni.
Aksi keji ini dilatarbelakangi oleh pesanan dari seorang wanita berinisial SJ yang merupakan mantan istri korban. Tersangka HW bersedia menjadi eksekutor setelah dijanjikan imbalan uang senilai ratusan juta rupiah yang dibayarkan secara bertahap oleh SJ.
"Dari hasil penyidikan juga diketahui bahwa tersangka SJ memberikan sejumlah uang kepada tersangka HW untuk melaksanakan pembunuhan terhadap korban dengan total pembayaran sebesar Rp 139 juta yang diberikan secara bertahap," jelas Sumarni.
Sebelum melancarkan aksinya, HW sempat mengintai aktivitas harian korban dan mendatangi rumah korban dengan perlengkapan yang menyamarkan identitasnya. Korban sempat memergoki dan menegur HW di ruang makan sebelum akhirnya pelaku menusuk perut kiri korban berulang kali menggunakan pisau dan memukul kepala bagian belakang korban dengan alat pemberat hingga tewas di tempat. Jasad korban kemudian ditemukan oleh putrinya pada Rabu (27/5).
"Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, penyidik menemukan bahwa motif tersangka SJ diduga dilatarbelakangi rasa sakit hati dan konflik yang telah berlangsung lama dengan korban," jelas Sumarni.
Faktor penguasaan harta dan masalah finansial menjadi dorongan kuat bagi kedua tersangka untuk merencanakan dan mengeksekusi pembunuhan sadis ini.
"Selain itu, tersangka juga diduga memiliki keinginan untuk menguasai harta milik korban. Adapun tersangka HW mengaku menerima tawaran tersebut karena alasan ekonomi dan kebutuhan finansial," imbuh Sumarni.