Pernyataan Donald Trump Terkait Gencatan Senjata Iran Guncang Pasar Saham Global

Share

Pasar saham global bergerak melemah dan harga minyak mentah dunia melonjak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki.

Donald Trump menyampaikan pengumuman tersebut menyusul serangan udara Amerika Serikat ke Iran sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal di Selat Hormuz. Saat dimintai keterangan oleh para jurnalis mengenai status gencatan senjata terkini, Trump memberikan penilaian sepihak.

"It’s just a waste of time dealing with them." ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut langsung memicu sentimen negatif di pasar keuangan karena Trump menilai kesepakatan untuk menghentikan pertempuran sudah selesai.

"over" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Kendati demikian, Trump menambahkan bahwa dirinya tetap membuka peluang bagi perwakilan Amerika Serikat untuk melanjutkan proses negosiasi, meskipun ia meragukan hasil akhirnya.

"For me, I think it’s over" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Ia menegaskan kembali keraguannya terhadap efektivitas dialog tersebut saat berbicara mengenai kelanjutan langkah diplomasi dengan pihak Iran.

"They can talk, but I think they’re wasting their time," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Sesaat setelah komentar tersebut bergulir, indeks S&P 500 langsung merosot 0,5 persen dan Dow Jones Industrial Average jatuh hingga 550 poin atau sebesar 1 persen. Indeks Nasdaq composite juga mengalami pelemahan sebesar 0,2 persen, sementara indeks DAX di Jerman melemah 1,6 persen dan Kospi di Korea Selatan anjlok hingga 5,3 persen.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent melonjak 4,8 persen ke posisi 77,74 dolar AS per barel akibat kekhawatiran bahwa konflik yang berlanjut akan memblokir Selat Hormuz. Situasi tersebut dikhawatirkan dapat menahan laju kapal tanker di Teluk Persia, memperburuk inflasi global, dan memaksa Federal Reserve serta bank sentral lainnya untuk menaikkan suku bunga acuan.

Tekanan ekonomi ini berdampak langsung pada emiten yang sensitif terhadap biaya bahan bakar, seperti American Airlines yang sahamnya merosot 3,4 persen. Sektor industri perumahan juga melemah akibat kekhawatiran kenaikan imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun yang naik menjadi 4,58 persen, di mana Builders FirstSource turun 5,2 persen, PulteGroup turun 3,8 persen, dan D.R. Horton merosot 3,6 persen.

Sebaliknya, saham teknologi kecerdasan buatan (AI) berhasil menahan kejatuhan pasar lebih dalam setelah Nvidia naik tipis 0,3 persen dan Broadcom melonjak 4 persen berkat komitmen kerja sama multitahun dengan Apple senilai 30 miliar dolar AS. Di Hong Kong, indeks Hang Seng justru naik 3 persen yang didorong oleh lonjakan harga saham startup AI China, Zhipu, sebesar 13,4 persen setelah mayoritas investor berkomitmen untuk mempertahankan kepemilikan saham mereka.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author