Penjualan McDonald’s AS Melambat Akibat Penawaran Promo Berlebih
Lonjakan penawaran diskon yang ditujukan untuk menarik pelanggan justru memicu penurunan kecepatan layanan di jaringan restoran McDonald's Amerika Serikat. Kondisi operasional yang terhambat ini memicu pertumbuhan penjualan kuartal kedua 2026 melambat hingga mencapai level terendah sejak 2025, yakni hanya tumbuh 0,8 persen pada Selasa (4/8/2026).
Pihak manajemen menyebutkan bahwa penurunan jumlah kunjungan konsumen terjadi lantaran melambatnya kecepatan pelayanan di gerai-gerai. Rentetan promosi yang diluncurkan dalam beberapa bulan terakhir memicu kerumitan operasional, sehingga perusahaan kini memutuskan untuk mengevaluasi ulang jajaran menu yang ditawarkan.
Kinerja bisnis di wilayah Amerika Serikat diakui mengalami penurunan signifikan dan berada di bawah target perusahaan. Serangkaian promosi seperti menu terbatas FIFA World Cup, paket KPop Demon Hunter, serta pembaruan menu 3 dolar AS justru membebani kerja staf di lapangan.
"Sangat kewalahan oleh terlalu banyaknya program yang dijalankan pada kuartal ini, yang menyebabkan operasional restoran menjadi kurang efisien… dan berdampak pada waktu pelayanan pelanggan," kata CEO McDonald's Chris Kempczinski.
Strategi harga murah dan penawaran hemat sebenarnya terus didorong oleh McDonald's selama beberapa tahun terakhir demi menjaga daya beli konsumen. Awal tahun ini, perusahaan bahkan mengganti promo digital dan program BOGO (Buy One, Get One for $1) dengan menu McValue yang menjual berbagai item di bawah 3 dolar AS. Namun, pelaksanaannya di tingkat waralaba dinilai tidak konsisten karena baru sekitar 65 persen restoran yang menerapkan struktur harga yang direkomendasikan.
"Secara kombinasi, seluruh faktor ini berdampak negatif terhadap kunjungan dari beberapa pelanggan kami yang paling setia," kata Chief Financial Officer McDonald's Ian Borden.
Menanggapi situasi tersebut, langkah perbaikan langsung disiapkan melalui penyesuaian strategi pemasaran digital dan anggaran operasional.
"Menyegarkan kembali minat pelanggan berfrekuensi tinggi kami," kata Ian Borden terkait rencana peluncuran promo baru di aplikasi pekan depan.
Perusahaan juga memutuskan untuk menambah alokasi anggaran pemasaran pada paket hemat yang sudah teruji seperti Extra Value Meals. Di saat yang sama, langkah perombakan manajemen puncak langsung diberlakukan guna memulihkan kinerja bisnis perusahaan.
Joe Erlinger yang menjabat sebagai Presiden McDonald's AS sejak 2019 resmi meninggalkan posisinya secara mendadak. Posisi kepemimpinan tersebut kini diserahkan kepada Skye Anderson, veteran perusahaan selama 26 tahun yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Operating Officer untuk operasional AS.