Studi Ungkap Pengalaman Ibu Melahirkan dan Menyusui Sering Terabaikan
Praktik medis perawatan perinatal dinilai masih kerap mengabaikan otonomi pengambilan keputusan serta kesehatan mental perempuan. Kondisi ini membuat pengalaman nyata para ibu saat melahirkan hingga menyusui belum mendapat dukungan optimal dari lingkungan medis maupun sekitar. Seperti dilansir dari HaiBunda, riset Université du Québec à Montréal menunjukkan adanya benturan antara pengetahuan biomedis dan pengalaman hidup pasien.
Tim peneliti menemukan bahwa protokol medis kerap menempatkan fungsi reproduksi di atas kenyamanan fisik maupun emosional para ibu. Survei tahun 2024 terhadap 944 perempuan di Quebec mengungkap bahwa 20 persen responden menerima pesan yang menghakimi, memaksa, atau mengganggu terkait pilihan menyusui. Sejumlah peserta melaporkan adanya tekanan berulang untuk terus menyusui meskipun merasakan sakit yang hebat.
Ketika para ibu memutuskan untuk tidak menyusui secara eksklusif, sebagian besar dari mereka mengaku kurang menerima dukungan. Mereka justru menghadapi penilaian negatif dari staf medis tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatan mental yang dihadapi.
Kekerasan Obstetri dan Pengabaian Otonomi
Penelitian lain yang melibatkan 271 perempuan melahirkan mencatat bahwa 78 persen peserta pernah mengalami setidaknya satu insiden tidak menyenangkan. Tiga bentuk pengalaman utama yang muncul meliputi interaksi yang tidak mendukung, kurangnya persetujuan prosedur medis, dan kegagalan organisasi layanan.
Prosedur yang mempercepat persalinan atau mencegah komplikasi kerap dianggap sebagai protokol keselamatan standar oleh tenaga medis. Namun, dari perspektif pasien, tindakan tanpa persetujuan serta pengabaian rencana persalinan membuat mereka merasa kehilangan kepemilikan atas tubuh sendiri.
Para peneliti menegaskan pentingnya memperluas kerangka kerja keputusan medis dengan memasukkan pengalaman hidup pasien sebagai bukti berharga. Penanganan kesehatan reproduksi sepatutnya mempertimbangkan dampak psikologis dan otonomi perempuan, bukan sekadar berfokus pada hasil fungsi organ reproduksi.