Kecanduan Video Pendek Merusak Fungsi Kognitif dan Pengendalian Diri

Share

Maraknya konten berdurasi singkat di media sosial memicu perhatian serius di bidang psikologi. Fenomena kecanduan video pendek atau Short Video Addiction (SVA) kini terbukti berdampak buruk pada fungsi kognitif individu. Dikutip dari Detikcom, video pendek dirancang untuk menarik perhatian pengguna secara cepat dan mudah ditonton.

Namun, durasi yang hanya beberapa menit ini justru memicu dorongan kompulsif yang sulit dikendalikan. Gangguan pada proses kognitif mencakup penurunan kemampuan mempersepsikan, mengingat, berpikir, hingga memecahkan masalah. Temuan ini terungkap dalam studi sistematis oleh Mona, A., et al., yang menganalisis 23 riset terkait dampak SVA pada remaja dan orang dewasa.

Riset tersebut menunjukkan bahwa kecanduan video pendek menurunkan kontrol seseorang terhadap perhatian mereka. Kondisi ini menghambat kemampuan untuk mengarahkan kembali fokus serta mempertahankan konsentrasi pada satu tugas tertentu.

Pentingnya Pengendalian Diri

Pengendalian diri berfungsi sebagai benteng utama dalam mencegah kecanduan. Seseorang dengan kontrol diri yang kuat cenderung lebih tahan terhadap paparan konten yang adiktif.

Sebaliknya, individu dengan tingkat pengendalian diri yang rendah sangat rentan mengalami penggunaan kompulsif. Mereka juga lebih mudah mengalami impulsivitas dan gangguan fokus yang parah.

Gangguan Pengambilan Keputusan dan Memori

Studi pada kelompok mahasiswa mendokumentasikan bahwa penggunaan video pendek secara berlebihan mengganggu proses pengambilan keputusan. Paparan konten ini meningkatkan sensitivitas terhadap imbalan instan dan memicu pemrosesan kognitif yang berorientasi pada kepuasan sesaat.

Selain itu, penggunaan platform seperti TikTok secara berlebihan terbukti menimbulkan defisit memori. Dampak psikologis lain yang menyertai meliputi peningkatan risiko depresi, kecemasan, dan stres.

Para peneliti mencatat bahwa efek langsung dari kecanduan ini tidak selalu signifikan secara statistik. Dampak buruk yang nyata muncul secara tidak langsung melalui saturasi informasi dan gangguan kognisi yang menumpuk.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author