Pengadilan Singapura Tunda Sidang Kasus Remaja Perancis Penjilat Sedotan
Sidang kasus hukum seorang remaja asal Perancis yang didakwa melakukan tindakan mengganggu ketertiban umum di Singapura resmi ditunda pada Senin, 13 Juli 2026. Langkah ini diambil oleh pihak pengadilan setelah jaksa penuntut umum mengajukan permohonan untuk melakukan klarifikasi mengenai status kelanjutan studi terdakwa. Terdakwa bernama Didier Gaspard Owen Maximilien yang berusia 19 tahun sebelumnya diperkirakan akan mengaku bersalah atas dakwaan melakukan kenakalan dan mengganggu ketertiban umum.
Sidang kemudian dihentikan sementara karena jaksa penuntut membutuhkan waktu lebih guna memeriksa apakah izin belajar atau kartu siswa milik remaja tersebut akan dicabut jika ia resmi dinyatakan bersalah. Oleh karena itu, pengadilan memutuskan untuk menunda jalannya persidangan hingga 30 Juli mendatang. Remaja asing tersebut dilaporkan melakukan pelanggaran hukum di sebuah pusat perbelanjaan pada 12 Maret lalu dan baru resmi didakwa pada 24 April setelah video unggahannya di media sosial menyebar luas ke publik.
Meskipun sedang menghadapi proses hukum dan berstatus sebagai tahanan luar dengan jaminan, ia tetap diizinkan untuk melanjutkan studinya di salah satu sekolah bisnis di Singapura. Tindakan kenakalan di Singapura sendiri dapat dikenai hukuman maksimal hingga dua tahun penjara atau denda, atau bahkan keduanya, sedangkan dakwaan mengganggu ketertiban umum membawa ancaman hukuman yang lebih ringan yaitu maksimal tiga bulan penjara atau denda, atau keduanya.
Kasus ini bermula dari tindakan iseng sang remaja yang merekam dirinya sendiri sedang menjilat sedotan dari mesin penjual otomatis milik perusahaan IJooz dan mengembalikannya ke tempat semula. IJooz selaku operator mesin penjual jus tersebut langsung melaporkan tindakan tersebut ke kepolisian setempat, serta segera melakukan sanitasi menyeluruh pada mesin dispenser dan mengganti 500 sedotan yang ada di dalamnya. Sebagai langkah pencegahan ke depan, pihak perusahaan menyatakan akan meningkatkan keamanan mesin-mesin mereka. Beberapa langkah pengamanan baru yang akan diterapkan mencakup penyediaan sedotan yang dikemas secara individual serta pembuatan kompartemen sedotan khusus yang baru akan terbuka setelah transaksi pembayaran selesai dilakukan.