Partai Likud Pasang Reklame Raksasa Berisi Wajah Erdogan Jelang Pemilu Israel
Kubu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meluncurkan kampanye provokatif menjelang pemilihan umum akhir Oktober 2026. Papan reklame raksasa berisi deretan wajah tokoh yang dianggap sebagai penantang Israel terpasang di jalan raya utama Tel Aviv, seperti dilansir dari Detikcom. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Wali Kota New York Zohran Mamdani muncul dalam baliho kampanye Partai Likud tersebut.
Gambar Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei serta pemimpin Hizbullah Naim Qassem turut terpampang di papan reklame itu. Pesan tertulis dalam bahasa Ibrani melengkapi pajangan foto tersebut. Pesan itu berbunyi, "Mereka Ingin Netanyahu Kalah, Jangan Biarkan Mereka Menang."
Pemasangan reklame politik ini beriringan dengan meningkatnya gesekan militer di kawasan. Israel melancarkan serangan udara yang menyasar pangkalan udara Abu al-Dahar di Suriah utara untuk menggempur fasilitas serta personel militer Turki.
Kritik terbuka datang dari Utusan Presiden Amerika Serikat untuk Suriah sekaligus Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack. Barrack menilai aksi manuver militer tersebut sarat akan kepentingan politik domestik. Ia menyebut langkah itu sebagai "langkah yang sangat agresif, namun mungkin menguntungkan secara politis menjelang pemilihan umum."
Pemerintah Israel membantah tudingan motif politik di balik aksi militer tersebut. Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel Katz mengklaim aksi tersebut murni tindakan operasional setelah intelijen mendeteksi pergerakan pasukan Turki. Upaya diplomatik sempat berlangsung di Yordania pada Minggu (23/8). Kepala badan intelijen Mossad Israel, Roman Goffman, menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani guna meredakan ketegangan.
Pemerintah Turki menolak dalih operasional yang disampaikan pihak Israel. Ankara menuding Netanyahu sengaja menerapkan kebijakan ekspansionis demi memicu ketidakstabilan kawasan menjelang pemungutan suara. Eskalasi politik dan militer ini terjadi di tengah merosotnya elektabilitas Partai Likud.
Hasil survei stasiun televisi Channel 12 pada Jumat (20/8) menunjukkan posisi Partai Likud berada di urutan kedua dengan proyeksi 21 kursi parlemen. Posisi teratas dihuni oleh Partai Yashar besutan mantan Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel, Gadi Eisenkot, yang diproyeksikan meraih 24 kursi. Eisenkot juga unggul dalam tingkat keterpilihan sebagai Perdana Menteri dengan 44 persen suara, sementara Netanyahu mengantongi 34 persen.