LPDP Buka Pendaftaran Beasiswa Tahap II 2026 dan Longgarkan Syarat Bahasa
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan resmi membuka pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 mulai Selasa, 30 Juni hingga 31 Juli 2026 demi memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri terbaik bangsa.
Dilansir dari kumparan.com dan ANTARA, program tahap ini menyediakan dua program utama berupa Beasiswa STEM Industri Strategis serta Beasiswa SHARE yang mencakup aspek sosial, humaniora, seni, agama, dan ekonomi.
Direktur Utama LPDP Yon Arsal menjelaskan bahwa sedikitnya 80 persen alokasi beasiswa difokuskan pada bidang STEM dan sektor terkait industri strategis, sedangkan maksimal 20 persen dialokasikan bagi bidang SHARE.
"Kita peningkatan STEM bergerak terus pada 2025 itu 66 sampai 69 persen, 2026 di 74 persen. Kita akan coba sampai minimal 80 persen ke STEM dan STEM related" ujar Yon Arsal, Direktur Utama LPDP.
Pemerintah mencatat akumulasi Dana Abadi Bidang Pendidikan yang dikelola oleh LPDP telah mencapai Rp180,81 triliun per 31 Mei 2026 sebagai fondasi investasi sumber daya manusia.
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso memaparkan terdapat pelonggaran kebijakan baru berupa keringanan persyaratan bahasa Inggris bagi pendaftar afirmasi maupun non-afirmasi, termasuk kebebasan kewajiban sertifikat bahasa bagi yang telah mengantongi LoA Unconditional.
"Ini list 35 (perguruan tinggi) yang sudah dikurasi oleh tim LPDP, yang menyatakan bersedia dan akan mengikat janji, akan memberikan skor yang valid untuk diberikan sebagai syarat mendaftar di LPDP," kata Dwi Larso, Direktur Beasiswa LPDP seperti dilansir Kompas.com.
LPDP juga menambah daftar universitas unggulan dari yang semula hanya 17 universitas untuk seluruh program studi menjadi total 31 universitas unggulan, dengan menyertakan 14 kampus tambahan khusus bidang studi STEM.
"Terdiri dari 17 universitas untuk seluruh program studi dan 14 universitas tambahan khusus program studi STEM," kata Dwi Larso, Direktur Beasiswa LPDP dalam laporan tempo.co.
"Agar mereka bisa mendapatkan skor bahasa Inggris yang bisa dipakai untuk daftar di LPDP. Ya ini tentunya biayanya cukup terjangkau dan kemudian juga lokasinya cukup terjangkau sehingga barrier to entry untuk daftar itu kita turunkan cukup tinggi," lanjut Dwi Larso, Direktur Beasiswa LPDP.
Pihak lembaga mencatat tren minat masyarakat pada Seleksi Tahap I Tahun 2026 melonjak 33,22 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan 2.753 peserta dinyatakan lulus seleksi substansi dari total 32.794 pendaftar.