Mahasiswa UB Olah Ampas Kacang Tanah Jadi Snack Bar di Vietnam
Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Zahrah Nabila Ariq, menciptakan inovasi olahan pangan berupa snack bar berbahan dasar ampas kacang tanah dalam program Mahasiswa Membangun Desa – Doktor Mengabdi (MMD-DM) UB 2026 di Da Nang, Vietnam.
Dilansir dari Detikcom, kegiatan International Community Development Thematic SDGs tersebut berlangsung di bawah bimbingan Dr nat techn Sudarma Dita Wijayanti, STP, MSc, MP. Tim pengabdian masyarakat ini juga menjalin kolaborasi dengan University of Science and Education – The University of Da Nang (UED-UD).
Pembuatan snack bar dilakukan dengan mengeringkan fraksi padat atau ampas sisa ekstraksi susu kacang tanah melalui metode sangrai atau oven. Langkah ini menjadi bentuk penerapan prinsip zero waste dalam industri pengolahan pangan.
Ampas yang telah kering kemudian dicampur dengan oat instan, kismis atau kurma, madu, selai kacang, serta margarin. Adonan lalu dipadatkan, dicetak, dan dipanggang hingga mencapai tekstur yang diinginkan.
Inovasi ini menjadi bagian dari rangkaian pengembangan produk olahan kacang tanah lainnya, seperti yoghurt dan selai kacang. Seluruh hasil riset kemudian disebarluaskan kepada masyarakat mitra di Da Nang melalui modul, poster, serta video tutorial.
Proses eksperimen formulasi dilakukan Zahrah sejak Mei hingga Juli 2026. Penyesuaian fokus pada komposisi bahan pendukung serta pengaturan suhu dan durasi pemanggangan.
"Hasil pengembangan menghasilkan snack bar kacang tanah dengan karakteristik tekstur yang renyah dan chewy serta cita rasa kacang yang khas. Untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen, dilakukan pula uji hedonik terhadap 34 panelis tidak terlatih," kata Zahrah melalui keterangan tertulis UB pada Selasa (18/8/2026).
Pengujian organoleptik tersebut mengukur tingkat kesukaan responden terhadap berbagai parameter kualitas produk secara menyeluruh.
"Hasil pengujian menunjukkan bahwa produk memperoleh penerimaan yang baik pada atribut warna, aroma, rasa, tekstur, penampilan, dan penerimaan keseluruhan," kata Zahrah.
Pengembangan produk ini didasari tiga tantangan utama di Da Nang, yakni lonjakan limbah pangan harian dari 0,39 kg menjadi 0,52 kg per orang. Selain itu, potensi kelimpahan kacang tanah di Vietnam tengah belum diolah secara optimal, serta adanya persoalan beban ganda kelaparan dan gizi buruk (triple burden of malnutrition) yang memicu tingginya permintaan camilan berbasis nabati.