Pemkab Garut Latih 200 Pelaku Usaha Lewat Sakola Ngawarung

Share

Sebanyak 200 pelaku usaha di Kabupaten Garut mengikuti pelatihan pengelolaan usaha melalui program Sakola Ngawarung di Gedung Pendopo Garut pada Rabu (1/7/2026). Pelatihan ini digelar oleh Yayasan Senyum Untuk Negeri yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Garut, seperti dilansir dari Detik Finance.

Peserta kegiatan ini terdiri dari 175 pemilik warung kelontong serta 25 pelaku UMKM Wirahebat binaan Pemerintah Kabupaten Garut. Penyelenggaraan program tersebut didukung penuh oleh Sampoerna Entrepreneurship Training Center dan Sampoerna Retail Community (SRC).

Para peserta menerima materi edukasi mengenai manajemen toko dan pengelolaan keuangan. Materi yang diajarkan meliputi strategi penataan barang, pengelolaan persediaan, pencatatan arus kas harian, hingga metode perhitungan break even point (BEP).

Selain sesi pelatihan, acara ini juga memamerkan berbagai produk UMKM Wirahebat. Produk-produk yang dipamerkan bakal melalui proses kurasi agar berpeluang dipasarkan secara langsung di Pojok Lokal Warung Mitra SRC.

Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program ini karena dinilai mampu meningkatkan kapasitas para pelaku usaha di daerah.

"Terima kasih telah menghadirkan program pemberdayaan yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat dan pelaku UMKM. Program ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara dunia usaha, lembaga pengembangan masyarakat, dan pemerintah, dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang dapat menjadi kebanggaan Kabupaten Garut," ujar Luthfianisa Putri Karlina, Wakil Bupati Garut.

Penerapan ilmu dari pelatihan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belata, melainkan dapat dipraktikkan langsung oleh peserta untuk mengembangkan bisnis mereka.

"Kami berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata, tetapi menjadi langkah awal lahirnya UMKM yang semakin tangguh, inovatif, dan memiliki daya saing. Selain itu, diharapkan pula terbentuk jejaring antarpelaku usaha yang dapat saling mendukung dan bertumbuh bersama. Kepada seluruh peserta, kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian Kabupaten Garut," tambah Luthfianisa Putri Karlina, Wakil Bupati Garut.

Program Sakola Ngawarung merupakan bagian terintegrasi dari Program C-LIVE (Community-Led Initiative for Versatile and Empowerment). Inisiatif ini bertujuan menaikkan kapasitas pelaku usaha mikro, memperkuat daya saing warung kelontong, sekaligus membuka akses pemasaran bagi produk UMKM lokal ke jaringan Warung Mitra SRC.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author