Pemkab Bulungan Targetkan Tabungan bagi Puluhan Ribu Pelajar
Pemerintah Kabupaten Bulungan menggalakkan kepemilikan rekening tabungan bagi puluhan ribu peserta didik melalui sosialisasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Tanjung Selor pada Kamis, 16 Juli 2026.
Langkah strategis ini menargetkan sebanyak 26.580 pelajar di seluruh Kabupaten Bulungan, yang terdiri atas 18.889 siswa dari 145 Sekolah Dasar (SD) serta 7.691 siswa dari 66 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Implementasi program ini berjalan berlandaskan Surat Edaran Bupati Bulungan Nomor 500/163/EK.TU tanggal 8 Juli 2026, yang merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif serta edaran dari Gubernur Kalimantan Utara.
Wakil Bupati Bulungan, Kilat, membacakan sambutan tertulis dari Bupati Bulungan Syarwani yang menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam mengelola finansial sejak dini.
"Anak-anak dan remaja kita perlu paham cara menabung, bisa membedakan mana kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Melalui Program KEJAR, kita ingin menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kebiasaan mengelola keuangan sejak usia dini," ujar Kilat, Wakil Bupati Bulungan.
Program yang digerakkan oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) ini diharapkan mampu menekan kesenjangan sebesar 14,05 persen antara tingkat inklusi keuangan Bulungan yang menyentuh 80,51 persen dan indeks literasi keuangan yang berada pada angka 66,46 persen.
"Kami berharap lembaga perbankan dapat memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan ramah. Jika memungkinkan, dilakukan jemput bola hingga ke wilayah-wilayah yang aksesnya masih terbatas sehingga seluruh pelajar memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan keuangan," tegas Kilat, Wakil Bupati Bulungan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara turut mendukung jalannya program dengan mengedukasi para pelajar agar waspada terhadap ancaman kejahatan siber, seperti investasi bodong dan pinjaman online ilegal.
Kepala Divisi Perlindungan Konsumen, Edukasi, Pelayanan, dan Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PEPK) OJK Kaltimtara, Yulianta, memaparkan bahwa saat ini Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sudah menerapkan sistem pendaftaran rekening secara digital.
"Transformasi digital di sektor perbankan memberikan kemudahan bagi masyarakat, termasuk pelajar. Kini pembukaan rekening tidak lagi harus melalui proses yang panjang di kantor bank. Dengan layanan digital BPR, pelajar dapat lebih mudah memiliki rekening tabungan sebagai langkah awal membangun budaya menabung dan mengelola keuangan sejak dini," kata Yulianta, Kepala Divisi PEPK OJK Kaltimtara.
OJK juga mengimbau agar masyarakat senantiasa memverifikasi keabsahan setiap layanan keuangan demi menghindari kerugian finansial di ruang digital.
"Kemudahan teknologi harus dimanfaatkan secara bijak. Pastikan setiap produk dan layanan keuangan yang digunakan berasal dari lembaga yang memiliki izin dan diawasi OJK. Jangan mudah tergiur investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat maupun tawaran pinjaman online ilegal, karena hal tersebut berpotensi merugikan masyarakat," tutur Yulianta, Kepala Divisi PEPK OJK Kaltimtara.