Pemerintah Uji Tahap Akhir Tabung CNG 3 Kg Pengganti LPG
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memasuki tahap akhir pengujian tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Senin (3/8/2026).
Pengujian tersebut dilakukan oleh Lemigas bersama pihak di China guna memastikan ketahanan tabung dan katup (valve) terhadap kondisi ekstrem. Lembaga uji menargetkan simulasi daya tahan panas hingga mencapai suhu 850 derajat celsius.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa dirinya telah menerima pemaparan mengenai hasil pengujian fisik tabung dan katup tersebut, di mana proses yang tersisa saat ini adalah uji tembak.
"Saya baru tiga hari lalu dipresentasikan hasil tabung 3 kg dan valve-nya. Sekarang Lemigas lagi uji yang terakhir. Tinggal uji tembak aja yang belum, karena itu kan diuji tembak dengan pembakaran 850 panasnya itu, dan itu sudah tinggal uji tembak saja," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Pemerintah belum memastikannya meski muncul pertanyaan terkait kepastian pelaksanaan penggunaan tabung CNG 3 kg pada bulan ini.
"Doakan ya, yang terbaik untuk Ibu Pertiwi tercinta ya," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Secara terpisah pada Selasa (21/7/2026), pihak kementerian melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi telah menyatakan bahwa kelayakan awal tabung CNG 3 kg dinilai aman. Pelaksanaan uji coba lapangan direncanakan menyasar masyarakat di area kota-kota besar.
"Uji cobanya di kota-kota besar dulu ya. Mungkin salah satunya adalah di Jawa Barat dulu," ujar Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM.
Pemerintah menegaskan program ini masih berfokus pada tahapan pengujian awal di lapangan dan belum masuk ke tahap komersialisasi massal.
"Bukan dipasarkan, hanya diujicobakan dulu. Ini masih kita bahas skemanya," ujar Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM.
Mengenai alokasi jumlah tabung yang disebar untuk pengujian ke masyarakat pada bulan Agustus, kementerian masih mengkaji skema penyaluran dan tingkat keamanan operasional.
"Kita belum bicara masalah angka ya, yang penting sekarang adalah satu, safety-nya. Kedua adalah mekanisme bagaimana menyiapkan ini ke masyarakat," ujar Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM.
Terkait keterlibatan PT Pindad dalam rantai pasok ekosistem produksi tabung CNG 3 kg ini, kementerian menyampaikan belum ada pembahasan teknis lebih lanjut.