Pemerintah Singapura Kucurkan Paket Bantuan Tambahan S$ 900 Juta
Pemerintah Singapura menggelontorkan paket bantuan senilai S$ 900 juta atau sekitar Rp 12,6 triliun pada Kamis (30/7/2026) guna meredam dampak lonjakan harga energi global imbas ketidakpastian situasi di Timur Tengah, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Penggelontoran dana ini dialokasikan sekitar dua pertiganya untuk sektor rumah tangga dan sisanya disalurkan kepada dunia usaha. Bantuan rumah tangga mencakup voucher Community Development Council (CDC) sebesar S$ 300 per rumah tangga serta potongan tagihan utilitas pada Oktober 2026 dan Januari 2027.
Dukungan untuk dunia usaha mencakup hibah tunai minimal S$ 500 bagi setiap usaha kecil dan menengah (UKM) yang mempekerjakan tenaga kerja lokal. Selain itu, terdapat bantuan sewa hingga S$ 1.200 untuk pedagang pasar dan pusat jajanan, kenaikan penjaminan risiko pinjaman bisnis menjadi 70%, serta perluasan skema pembiayaan proyek konstruksi domestik.
Tambahan anggaran ini membuat total dukungan pemerintah Singapura kini mencapai sekitar S$ 2 miliar, setelah sebelumnya mengumumkan paket bantuan senilai S$ 1 miliar pada April lalu di luar Anggaran 2026.
Menteri Kedua Bidang Keuangan Singapura, Jeffrey Siow, menjelaskan bahwa dinamika global saat ini memicu potensi tekanan ekonomi domestik yang berkepanjangan.
"Pemerintah memperkirakan harga energi global akan tetap tinggi, yang akan berdampak pada kenaikan biaya bensin, solar, listrik, serta sejumlah barang impor," ujar Siow.
Meskipun menghadapi ancaman kenaikan biaya hidup, perekonomian Singapura tercatat tumbuh 6,3% pada kuartal I 2026 dan diproyeksikan mencapai 5,7% pada kuartal II berkat investasi pesat di sektor kecerdasan buatan (AI). Sektor UKM dinilai menjadi pihak yang paling rentan terhadap kenaikan biaya energi dan gangguan rantai pasok.
Sementara itu, Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, menyampaikan penjelasannya mengenai alasan di balik peluncuran intervensi kebijakan gelombang kedua ini.
"Langkah-langkah ini melengkapi berbagai dukungan yang telah kami berikan sebelumnya. Saya berharap bantuan ini dapat memberikan kepercayaan diri yang lebih besar kepada masyarakat Singapura saat kita bersama-sama menghadapi periode penuh ketidakpastian ini," kata Wong dalam unggahan di Facebook.