Pemerintah Percepat Penanganan Tanggap Darurat Gempa Bumi Flores NTT
Pemerintah menggelar rapat koordinasi percepatan penanganan tanggap darurat bencana gempa bumi Flores di Posko Utama Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu, 16 Agustus 2026. Pertemuan ini membahas kondisi terkini serta langkah pemenuhan logistik korban terdampak, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Rapat koordinasi secara hybrid tersebut dihadiri jajaran kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator PMK, Kemendagri, Kementerian PU, Kemensos, Kemenkes, BNPB, Basarnas, BUMN, serta pimpinan DPR RI.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menekankan pentingnya evaluasi kondisi di lapangan serta tindakan taktis yang perlu dieksekusi secara cepat.
"Kita minta laporan kondisi existing, kemudian juga langkah taktis yang diambil dalam tanggap darurat, dan penanganan-penanganan yang harus segera cepat dilakukan," ujar Cucun dalam siaran pers, Minggu (16/8/2026).
Ia memaparkan perlunya kejelasan pembagian peran antarinstansi karena cakupan wilayah terdampak meluas ke beberapa kabupaten di Flores.
"Kita minta penanganan dilakukan secara proporsional dan terintegrasi antara BNPB, Kemensos, dan pemerintah daerah agar tidak ada penumpukan bantuan di satu lokasi saja," kata Cucun.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto melaporkan gempa utama berkekuatan 7,7 telah memicu 995 kali gempa susulan, dengan guncangan terbesar mencapai magnitudo 6,2. Dampak bencana di enam kabupaten mengakibatkan 53 orang meninggal dunia, dengan rincian Kabupaten Manggarai 25 jiwa, Manggarai Timur 20 jiwa, Sikka 4 jiwa, Ende 2 jiwa, serta Manggarai Barat dan Ngada masing-masing 1 jiwa.
Kerusakan infrastruktur tercatat sementara mencakup 299 rumah rusak berat, 65 rusak sedang, dan 50 rusak ringan. Tambahan data korban di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, juga tengah diverifikasi bersamaan dengan asesmen distribusi logistik.
Menjawab kebutuhan darurat warga, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memastikan pengerahan armada logistik dari gudang regional Kemensos.
"Kemensos memiliki tiga gudang, yang dua ada di Kupang, satu di Sentra Efata dan satu di Dinsos Provinsi. Sejak kemarin barang sudah siap, tetapi karena ada kondisi kapal tidak bisa berlayar, maka pada malam hari ini baru bergerak," ujar Agus Jabo.
Strategi pengadaan langsung di area terdampak turut diterapkan demi memangkas kendala jalur distribusi laut dan darat.
"Yang kita distribusikan mulai dari bahan-bahan permakanan, kemudian logistik. Logistik itu mulai dari tenda, kemudian selimut, termasuk bagian ibu-ibu, bagian anak-anak," katanya.
Kemensos mengamankan pasokan 48 ton beras melalui Bulog, mendirikan dapur umum dengan target 168.854 porsi selama seminggu, serta menyalurkan santunan duka cita secara bertahap.
"Secara simbolis yang teridentifikasi itu dua orang. Jadi kita sudah berikan masing-masing ahli waris Rp15 juta. Dan nanti begitu data sudah disinkronisasi, akan segera kita berikan," ujar Agus Jabo.
Guna mengatasi hambatan geografis, koordinasi armada udara BNPB disiapkan untuk menyalurkan bantuan ke titik tersulit.
"Kita akan berusaha sekuat-kuatnya supaya kebutuhan-kebutuhan dasar di titik-titik bencana kita lakukan dengan cepat, sampai menunggu proses datangnya logistik dari gudang-gudang yang kita kirim melalui jalur laut," kata Agus Jabo.
Sebagai langkah pemulihan medis, Kementerian Kesehatan mengirimkan fasilitas rumah sakit lapangan menggunakan pesawat Hercules guna menopang operasional RSUD Manggarai yang mengalami kerusakan fisik.