Pemerintah Imbau Fleksibilitas Kerja dan Beragam Kegiatan Meriahkan HUT RI ke-81

Share

Pemerintah mengimbau pimpinan instansi pemerintah, lembaga publik, dan perusahaan swasta memberikan fleksibilitas kerja pada 18 Agustus 2026 agar pegawai dapat merayakan dan memaknai kemerdekaan secara leluasa, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Nomor B-17/M/S/TU.00.03/08/2026.

Imbauan tersebut menekankan penyesuaian pelaksanaan fleksibilitas kerja dengan kondisi, beban kerja, dan kebutuhan operasional masing-masing organisasi. Khusus instansi yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat seperti kesehatan, perbankan, telekomunikasi, energi, keamanan, ketertiban, dan transportasi, penugasan pegawai harus diatur secara proporsional agar pelayanan tetap optimal.

Selain itu, dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI, warga Terminal Kalideres, Jakarta Barat, menggelar lomba tarik bus yang diikuti oleh dua tim dengan menggunakan bus double decker seberat 24 ton dan bus lain seberat 8 ton. Tim ibu-ibu peserta lomba berhasil menarik bus dengan waktu tercepat sekitar 15 detik, sedangkan tim gabungan bapak-bapak dan ibu-ibu mencatat waktu 50 detik.

Salah satu peserta, Ena (41), mengatakan persiapan tenaga sangat penting karena beratnya bus yang ditarik, dan lomba ini merupakan ajang rutin yang sudah diadakan dua tahun terakhir. Ketua pelaksana Alfian Chofy menyatakan lomba ini bertujuan mempererat silaturahmi antar karyawan dan penumpang di terminal.

Di Tangerang, ribuan warga mengarak bendera Merah Putih sepanjang 81 meter sebagai bagian dari kirab menyambut HUT RI ke-81 dengan tema "Bersatu dalam Kemerdekaan, Melangkah Menuju Indonesia Maju".

Sementara itu, di Jawa Tengah, program pendidikan gratis dan beasiswa telah dijalankan sebagai bagian dari peringatan 81 tahun Provinsi Jawa Tengah. Program Sekolah Kemitraan yang digagas pemerintah provinsi membuka akses pendidikan di sekolah swasta bagi siswa kurang mampu tanpa biaya pendidikan, dengan total 3.676 siswa diterima pada tahun ajaran 2026/2027, meningkat dari tahun sebelumnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penerimaan siswa harus bebas dari praktik titip-menitip dan dijalankan secara transparan dan adil. Ia juga menekankan pendidikan sebagai investasi masa depan dan kunci pemutusan rantai kemiskinan.

Selain itu, SMA Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Jawa Tengah memberikan fasilitas pendidikan dan pembinaan bagi atlet muda dengan berbagai dukungan, termasuk beasiswa dan asrama. Kepala Dinas Pendidikan Sadimin menyatakan pemerataan akses dan pendampingan bagi siswa berprestasi menjadi prioritas.

Program Beasiswa Sister Province juga memfasilitasi pelajar kurang mampu untuk menempuh pendidikan di Korea Selatan dengan proses seleksi ketat yang kini memasuki tahap pemberangkatan. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menegaskan program ini sebagai strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author