Pemberian ASI Lebih Lama Terbukti Mengoptimalkan Perkembangan Kognitif Anak
Durasi pemberian Air Susu Ibu (ASI) berperan besar dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain menjadi sumber nutrisi utama, periode menyusui yang lebih panjang juga berkaitan erat dengan keunggulan kemampuan kognitif anak.
Sebuah penelitian terbaru menganalisis manfaat ASI berdasarkan durasi pemberiannya untuk meluruskan perdebatan mengenai batas waktu menyusui yang ideal. Dilansir dari HaiBunda, studi di Tiongkok ini mengungkapkan korelasi langsung antara lamanya masa menyusui dengan kecerdasan anak.
Para ahli menggunakan data dari survei keluarga nasional dan penilaian kognitif anak berusia 10 hingga 15 tahun. Pengujian difokuskan pada kemampuan akademik, khususnya di bidang matematika dan bahasa.
Hasil riset membuktikan bahwa anak-anak yang menerima ASI dalam jangka waktu lebih lama menunjukkan kemampuan membaca serta berhitung yang lebih baik. Keunggulan pada dua kemampuan dasar ini berdampak positif pada pencapaian nilai sekolah yang lebih tinggi.
Faktor penentu kecerdasan anak tidak hanya terbatas pada status apakah anak tersebut menerima ASI atau tidak. Ahli pediatri dari Northwell Cohen Children's Medical Center, Dr. Andrew Adesman, menegaskan bahwa lamanya periode pemberian ASI menjadi poin krusial.
“Penelitian ini juga menyoroti sesuatu yang sering diabaikan atau disalahpahami, yakni bahwa manfaat menyusui bukan didapat dari sekadar dilakukannya pemberian ASI, tetapi juga berkaitan dengan periode menyusui yang lebih lama,” kata Dr. Andrew Adesman.
Penelitian di Tiongkok ini dinilai memberikan hasil yang murni karena didominasi oleh anak sekolah dari status ekonomi rendah. Kondisi tersebut membuat hasil penilaian tidak terpengaruh oleh faktor gaya hidup lainnya.
Hal ini berbeda dengan situasi di Amerika Serikat dan negara maju lainnya, di mana pemberian ASI dalam waktu lama umumnya didominasi oleh ibu dengan status ekonomi tinggi. Kondisi di negara maju memicu keraguan para ahli karena adanya potensi bias dari faktor luar, seperti pola makan, akses kesehatan, pendidikan orang tua, dan lingkungan.
Pengaruh Jangka Panjang Terhadap Perilaku
Riset ini secara spesifik meneliti manfaat pemberian ASI yang dilakukan selama lebih dari 6 bulan. Selain aspek kecerdasan, pemenuhan ASI di atas 6 bulan juga terbukti memengaruhi pembentukan perilaku anak di masa depan.
Kualitas nutrisi yang terkandung dalam ASI dinilai tidak memiliki tandingan. Presiden Academy of Breastfeeding Medicine, Dr. Julie Ware, menyatakan bahwa ASI merupakan bentuk penanganan personal yang sangat adaptif dan sesuai dengan kebutuhan unik setiap bayi.