Perawat AS Buat Bantal Khusus untuk Ibu yang Kehilangan Bayi
Seorang perawat persalinan di Amerika Serikat membuat bantal berbentuk hati dengan bobot disesuaikan berat lahir bayi yang meninggal untuk membantu ibu yang mengalami kehilangan bayi agar punya sesuatu untuk dipeluk, dilansir dari HaiBunda.
Bantal dibuat dari selimut bayi yang dijahit membentuk hati dan diisi dengan beras agar beratnya menyerupai berat bayi. Ide sederhana ini viral di TikTok dan mendapat respons besar dari banyak orang yang mengalami kehilangan serupa.
Bantal tersebut menjadi simbol perhatian agar ibu tidak merasa pulang dengan tangan kosong setelah proses persalinan atau keguguran. Meski tidak menggantikan bayi yang hilang, bantal ini menjadi pengingat bahwa bayi tersebut pernah ada dan sangat dicintai.
Pengguna TikTok yang juga mengalami kehilangan bayi menulis, "Sebagai seorang ibu yang harus pulang dari rumah sakit tanpa bayiku, terima kasih, TERIMA KASIH. Rasanya sangat sepi saat meninggalkan rumah sakit; aku terus memegangi perutku sepanjang perjalanan pulang," ujar @harleelovestulips.
Pengguna lain, @jennifer_lilly_, menambahkan, "Sebagai ibu yang mengalami bayi lahir meninggal, meninggalkan rumah sakit tanpa bayiku rasanya sungguh menyiksa. Memiliki sesuatu yang berbobot untuk dipeluk pasti akan sangat menenangkan hati. Kamu sungguh baik hati karena membuat ini!!!"
Akun @babyangelmom juga berbagi, "Putra saya lahir dalam keadaan meninggal dunia awal tahun ini. Tubuh kita tidak paham bahwa bayi kita telah tiada, dan secara naluriah kita membutuhkan sesuatu untuk dipeluk. Ini sungguh hadiah yang indah."
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), pemulihan emosional setelah keguguran dapat berlangsung lebih lama dibandingkan pemulihan fisik. Rasa sedih dan berduka merupakan respons umum setelah kehilangan kehamilan.
ACOG juga menekankan pentingnya dukungan emosional dari keluarga, pasangan, dan tenaga kesehatan yang bukan hanya berupa nasihat, tetapi juga kehadiran dan pengakuan perasaan ibu yang berduka.
Sebuah studi kualitatif yang diterbitkan pada 2025 menemukan bahwa aktivitas membuat kenangan setelah kehilangan bayi dapat membantu ibu mengakui keberadaan bayinya dan mempertahankan identitas sebagai orang tua, sehingga membantu proses berduka.
Namun, tidak semua ibu merasa terbantu dengan benda kenangan seperti bantal. Setiap orang memiliki cara berbeda dalam berduka, dan penting untuk menghargai pilihan masing-masing.
ACOG menyarankan ibu yang mengalami kesulitan emosional berat setelah kehilangan untuk mencari bantuan profesional seperti dokter kandungan, psikolog, atau psikiater, terutama jika muncul gejala kecemasan, depresi, atau pikiran negatif.
Kisah perawat ini menunjukkan bahwa perhatian kecil yang tulus dapat memberikan dukungan berarti bagi orang yang sedang berduka, dan bantal sederhana bisa menjadi simbol cinta dan kenangan bagi keluarga yang kehilangan bayi.