Nvidia Luncurkan Chip RTX Spark dan Superkomputer GB300 untuk Windows
Nvidia meluncurkan prosesor PC berbasis Arm bernama RTX Spark dan superkomputer meja DGX Station bertenaga GB300 di pameran Computex Taiwan pada Senin, 1 Juni 2026, guna menantang dominasi Qualcomm dan Intel di pasar komputer personal.
Langkah ekspansi Nvidia ke pasar PC ini langsung menekan harga saham Qualcomm yang ditutup melemah setelah hanya menampilkan pratinjau merek chip data center baru tanpa rincian produk yang mendalam pada ajang yang sama.
Prosesor RTX Spark yang dirancang bersama MediaTek menggunakan teknologi 3 nanometer TSMC dan menggabungkan GPU Blackwell dengan CPU Arm kustom bernama Grace serta memori terpadu 128 gigabita.
Chip ini diklaim memiliki performa komputasi AI lokal melebihi 100 TOPS, jauh melampaui kemampuan chip Snapdragon X Elite milik Qualcomm yang hanya mencapai 45 TOPS.
Nvidia menjadwalkan perilisan laptop premium super tipis berkekuatan RTX Spark pada musim gugur mendatang melalui merek Microsoft, Dell, HP, ASUS, Lenovo, dan MSI dengan target pasar kreator, pengembang AI, serta pemain gim.
Selain chip PC, Nvidia mengumumkan bahwa produksi massal CPU Vera untuk pusat data telah berjalan dengan adopsi awal oleh perusahaan besar seperti OpenAI, Anthropic, SpaceX, Dell, Oracle, dan CoreWeave.
Untuk segmen korporasi, superkomputer meja DGX Station for Windows yang ditenagai chip GB300 Grace Blackwell Ultra disiapkan hadir pada kuartal keempat tahun ini dengan dukungan kapasitas memori koheren hingga 748 gigabita.
Sistem ini juga dilengkapi fitur keamanan Nvidia OpenShell yang mengisolasi setiap agen kecerdasan buatan dalam lingkungan tertutup agar tidak melanggar kebijakan data perusahaan.
"This reinvention of the computer is as big of a deal as the reinvention of the phone into what we now know as the smartphone," kata Jensen Huang, CEO Nvidia.
Dia menambahkan bahwa pembaruan lini komputer ini merupakan rancangan ulang total pertama yang terjadi dalam industri PC selama 40 tahun terakhir.
"Microsoft and Nvidia are going to reinvent the PC," ujar Jensen Huang, CEO Nvidia.
Menurutnya, infrastruktur pusat data kini membutuhkan prosesor yang sangat cepat dan hemat energi demi menjaga produktivitas pabrik kecerdasan buatan tetap bergerak.
"This is going to be our new major growth driver," tutur Jensen Huang, CEO Nvidia.
Pihak manajemen menekankan pentingnya interaksi agen AI yang dapat beroperasi terus-menerus dan terhubung langsung ke aplikasi kerja perusahaan.
"Fast CPUs have become essential to keeping the AI factory moving," kata Ian Buck, Wakil Presiden Hyperscale dan Komputasi Kinerja Tinggi Nvidia.
Dia menjelaskan bahwa CPU Vera mampu memproduksi token 1,8 kali lebih cepat daripada arsitektur x86 tradisional saat ini.
"As enterprises scale AI agents across their organizations, they need AI infrastructure that can connect directly to the applications and workflows that power their business," kata Chris Marriott, Wakil Presiden Platform Perusahaan Nvidia.
Kolaborasi teknologi ini juga dikonfirmasi oleh pihak Microsoft sebagai langkah peningkatan skala performa Windows dari laptop tipis hingga stasiun kerja kelas pusat data.
"Today, we’re taking that collaboration to the next level, scaling the full power of Windows from thin-and-light PCs to data-center-class workstations with DGX Station powered by GB300," kata Pavan Davuluri, Wakil Presiden Eksekutif Windows + Devices di Microsoft.
Dia menegaskan bahwa platform teranyar ini membuka kelas performa AI baru yang tetap dipercaya oleh perusahaan dalam hal keamanan serta pengelolaan perangkat.