Survei Gallup Ungkap 10 Negara Paling Pemarah di Dunia

Share

Tekanan ekonomi, konflik bersenjata, dan ketidakstabilan politik memicu lonjakan emosi negatif di berbagai belahan dunia. Laporan emosi global terbaru yang dirilis oleh Gallup menunjukkan bahwa jutaan orang kini hidup dengan tingkat stres, frustrasi, serta amarah yang sangat tinggi.

Dikutip dari Detik Health, sekitar satu dari lima orang dewasa di seluruh dunia mengaku merasakan amarah yang kuat pada hari sebelum mereka diwawancarai. Riset ini melibatkan penduduk berusia 15 tahun ke atas di 144 negara melalui interaksi tatap muka maupun sambungan telepon.

Kondisi sosial yang berat seperti kemiskinan dan perang berkepanjangan mendominasi latar belakang wilayah dengan tingkat emosi tertinggi, seperti dilansir dari Facts Institute. Beruntung, Indonesia tidak termasuk dalam daftar tersebut dan justru menempati peringkat pertama sebagai negara dengan penduduk yang paling banyak tersenyum dan tertawa, yakni mencapai 92 persen.

Chad berada di urutan pertama sebagai negara dengan tingkat kemarahan tertinggi di dunia. Sebanyak 47 persen responden di negara ini kedapatan mengalami emosi marah dalam aktivitas sehari-hari mereka sebelum survei dilakukan.

Kawasan Timur Tengah juga mencatatkan angka yang signifikan dalam laporan ini. Ketidakstabilan kondisi sosial, krisis ekonomi, serta konflik yang belum mereda menjadi faktor utama yang memengaruhi psikologis masyarakat setempat.

Data lengkap mengenai tingkat emosi ini terangkum dalam daftar sepuluh besar wilayah dengan persentase kemarahan tertinggi global.

Daftar 10 Negara Paling Pemarah di Dunia Berdasarkan Survei Gallup 2026
Peringkat Negara Persentase Kemarahan
1 Chad 47 persen
2 Yordania 46 persen
3 Armenia 43 persen
4 Irak 40 persen
5 Sierra Leone 40 persen
6 Guinea 39 persen
7 Democratic Republic of the Congo 38 persen
8 Palestina 38 persen
9 Iran 37 persen
10 Morocco 37 persen

Faktor Pemicu Tingginya Tingkat Kemarahan Masyarakat

Kesejahteraan masyarakat yang terganggu akibat krisis besar menjadi alasan utama mengapa beberapa negara lebih mudah merasakan amarah. Democratic Republic of the Congo, misalnya, mengalami krisis kemanusiaan masif akibat konflik bersenjata yang memaksa jutaan warga mengungsi.

Situasi di sana kian memprihatinkan karena diperburuk oleh masalah kelaparan, inflasi tinggi, keterbatasan bantuan, hingga persebaran wabah penyakit menular di kamp-kamp pengungsian. Di tempat lain, Irak masih terus berjuang menghadapi tantangan sosial politik yang panjang pasca-invasi tahun 2003.

Tekanan psikologis serupa juga dirasakan oleh masyarakat Palestina. Konflik menahun, pembatasan ruang gerak secara ketat, serta himpitan ekonomi membuat warga di sana harus bertahan hidup di tengah ketidakpastian yang memicu stres berat.

Vietnam Catatkan Tingkat Kemarahan Terendah

Fakta menarik memperlihatkan bahwa predikat sebagai negara paling bahagia tidak serta-merta menjadikan wilayah tersebut bebas dari rasa marah. Finlandia, yang memegang gelar negara paling bahagia selama sembilan tahun berturut-turut, justru menempati posisi kedua dalam daftar emosi terendah.

Posisi pertama untuk negara dengan tingkat kemarahan paling rendah di dunia justru diraih oleh Vietnam. Berdasarkan hasil survei Gallup, hanya ada 5 persen responden di Vietnam yang menyatakan bahwa mereka merasakan amarah pada hari sebelum wawancara dilakukan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author