Microsoft Laporkan Pertumbuhan AI dan CapEx Sebelum Laporan Kuartal IV 2026
Microsoft melaporkan pertumbuhan bisnis kecerdasan buatan (AI) dan pengeluaran modal (CapEx) yang signifikan menjelang pengumuman hasil kuartal IV tahun fiskal 2026 pada 29 Juli 2026, di tengah sorotan pasar dan regulasi.
Bisnis AI Microsoft mencapai pendapatan tahunan sebesar 37 miliar dolar AS, naik 123 persen secara tahunan, dengan Azure tumbuh 40 persen pada kuartal ketiga tahun fiskal 2026, menurut laporan resmi Microsoft serta analisis dari startuphub.ai dan 247wallst.com.
Microsoft mencatat pengeluaran modal sebesar 31,9 miliar dolar AS pada kuartal ketiga dan memproyeksikan CapEx untuk kuartal keempat melampaui 40 miliar dolar AS, sehingga total pengeluaran pada tahun kalender 2026 diperkirakan mencapai 190 miliar dolar AS, sebagai bagian dari investasi besar untuk mendukung infrastruktur AI.
CEO Satya Nadella menegaskan bahwa kapasitas AI dialokasikan terlebih dahulu untuk produk internal seperti Microsoft 365 Copilot dan GitHub Copilot sebelum tersedia untuk pelanggan eksternal Azure, menjelaskan mengapa waktu tunggu layanan AI di Azure menjadi perhatian di kalangan TI perusahaan.
"Azure mengalami pertumbuhan 40 persen tahun-ke-tahun pada kuartal ketiga, yang merupakan tingkat pertumbuhan kuartalan tertinggi dalam tujuh kuartal," ujar Satya Nadella, CEO Microsoft.
Microsoft 365 Copilot telah mencapai 20 juta kursi berbayar di perusahaan, naik 250 persen secara tahunan. Sekitar 70 persen perusahaan Fortune 500 menggunakan M365 Copilot dalam berbagai kapasitas. GitHub Copilot juga melayani lebih dari 20 juta pengguna di sekitar 140.000 organisasi.
Microsoft menginvestasikan sekitar 13 miliar dolar AS di OpenAI, yang kini bernilai sekitar 228 miliar dolar AS berdasarkan valuasi terbaru OpenAI sebesar 852 miliar dolar AS, menunjukkan pengembalian investasi yang signifikan.
Namun, saham Microsoft turun sekitar 18 persen tahun ini dan menghadapi tekanan dari penyelidikan regulasi di Inggris terkait status pasar strategis serta kekhawatiran investor mengenai tingkat pengeluaran modal yang tinggi.
"Penyelidikan oleh Competition and Markets Authority Inggris sedang berlangsung, dengan fokus pada perangkat lunak bisnis yang digunakan lebih dari 15 juta pengguna komersial," kata analis pasar yang dikutip dari aktiencheck.de.
Analisis pasar menunjukkan bahwa meski ada kekhawatiran, backlog pesanan komersial Microsoft mencapai 627 miliar dolar AS, memberikan visibilitas pendapatan multi-tahun.
"Survei Morgan Stanley menunjukkan 62 persen CIO berencana meningkatkan pengeluaran Azure dalam 12 bulan ke depan," tambah laporan tersebut.
Para analis memberikan target harga saham Microsoft yang bervariasi, namun mayoritas masih merekomendasikan beli dengan harapan pertumbuhan berkelanjutan dari bisnis AI dan cloud perusahaan.