Mesir Ukir Sejarah Baru Usai Tekuk Australia di Piala Dunia 2026
Tim nasional Mesir mencetak sejarah baru dengan melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Australia melalui adu penalti di Dallas Stadium, Arlington, pada Jumat, 3 Juli 2026. Kemenangan dramatis ini membawa skuad The Pharaohs melaju ke fase yang belum pernah mereka capai dalam tiga partisipasi Piala Dunia sebelumnya, sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi kapten mereka, Mohamed Salah. Pemain berusia 34 tahun tersebut tampil sejak awal laga meskipun sempat mengalami cedera hamstring pada pertandingan terakhir fase grup melawan Iran.
Mesir membuka keunggulan pada menit ke-13 lewat sundulan Emam Ashour setelah memanfaatkan umpan silang Karim Hafez dari sisi kanan kotak penalti.
Namun, keunggulan tersebut sirna pada menit ke-55 ketika bek Mesir, Mohamed Hany, melakukan gol bunuh diri kedua kalinya di turnamen ini saat mencoba menyapu umpan silang Australia. Sebelum laga memasuki babak tambahan waktu, kiper Australia Patrick Beach melakukan penyelamatan gemilang atas sundulan kuat Ramy Rabia.
Pada babak tambahan pertama, Salah melewatkan peluang emas setelah tembakannya melambung di atas mistar gawang di hadapan 70.244 penonton yang memadati stadion. Menjelang akhir babak tambahan kedua, Australia memasukkan Mathew Ryan untuk menghadapi babak adu penalti, namun Salah yang menjadi eksekutor ketiga Mesir berhasil menjalankan tugasnya dengan tenang.
Kehebatan penyerang Liverpool ini mendapat pengakuan langsung dari pelatih timnas Mesir yang menganggapnya sebagai salah satu pemain terbaik di dunia. "Pertanyaan itu harus dijawab oleh mereka yang mempercayai hal tersebut tentang Salah," ujar Hossam Hassan, Pelatih Mesir, saat menanggapi anggapan bahwa Salah kurang dihargai. Hassan menambahkan bahwa dirinya sangat beruntung dan bahagia bisa bekerja sama dengan Salah di tim nasional sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Februari 2024.
"Dia adalah salah satu pemain terbaik secara global, dan saya sangat beruntung bekerja dengannya. Saya sangat senang dengan kerja sama kami sejauh ini," kata Hossam Hassan, Pelatih Mesir.
Hassan, yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Mesir dengan 69 gol, juga menolak anggapan bahwa Salah kurang mendapat perhatian karena tidak bermain di tim negara raksasa sepak bola. "Kami bukan sekadar tim sembarangan," kata Hossam Hassan, Pelatih Mesir. Sang pelatih menegaskan status penting negaranya dalam kancah sepak bola internasional yang memiliki rekor mentereng di kompetisi benua.
"Mesir telah memenangkan Piala Afrika sebanyak tujuh kali — tidak ada yang memenangkannya lebih banyak. Mesir adalah tim yang penting," ujar Hossam Hassan, Pelatih Mesir.
Di sisi lain, Salah sendiri mengakui bahwa keputusan eksekusi penaltinya diambil pada saat-saat terakhir mengingat ketidakpastian masa depannya di turnamen ini. "Saya memutuskan menit terakhir, saya tidak tahu apakah ini Piala Dunia terakhir saya, jadi saya harus melakukannya," kata Mohamed Salah, Penyerang Mesir.
Setelah memastikan kemenangan, beberapa rekan setim langsung memberikan penghormatan kepada Salah di tengah lapangan, sementara Mesir kini bersiap menghadapi pertandingan di babak 16 besar.