LAFC Hadapi Ancaman Kelelahan Pemain di Tengah Perubahan Skuad MLS
Los Angeles Football Club menghadapi masalah kelelahan fisik para pemain pilar akibat jadwal pertandingan kompetisi Major League Soccer yang sangat padat pada Agustus 2026. Pelatih kepala Marc Dos Santos terpaksa memeras tenaga skuad utamanya di Commerce City.
Kondisi ini terjadi setelah manajemen klub melepas sejumlah pemain muda dalam beberapa pekan terakhir. Kebijakan transfer tersebut secara mendadak mengubah komposisi LAFC menjadi skuad tertua kedua di liga saat ini.
Penjualan Nathan Ordaz ke D.C. United senilai 2,375 juta dolar AS bulan lalu menyisakan penyerang David Martinez sebagai satu-satunya pemain muda tersisa dari generasi terdahulu. Enam pemain muda lainnya juga dipastikan telah berpisah dengan tim.
Manajemen LAFC kini berpacu dengan waktu sebelum jendela transfer sekunder ditutup pada 2 September untuk mencari amunisi baru. Namun, aturan pembentukan skuad MLS membatasi ruang gerak klub untuk mendatangkan pemain bintang ketiga pada musim ini.
Dampak minimnya rotasi tercermin pada penyerang Son Heung-min yang mencatatkan waktu bermain 657 menit dari total 720 menit dalam delapan laga terakhir. Pemain asal Korea Selatan itu tidak memiliki waktu istirahat lebih dari empat hari di setiap pertandingan.
Peningkatan beban kerja tersebut memicu kekhawatiran dari tim pelatih LAFC menjelang laga tandang melawan Colorado Rapids di DICK'S Sporting Goods Park.
"Ada beberapa pemain pada usia tertentu yang harus kami kelola sedikit," kata Marc Dos Santos, Pelatih Kepala LAFC.
Dos Santos menekankan pentingnya menjaga kesegaran fisik para pemain kunci agar tingkat performa tim tidak merosot tajam akibat kelelahan berlebih.
"Bagi saya, Sonny akan berada di lapangan sepanjang waktu. Tim ini lebih baik bersamanya. Tim ini lebih berbahaya.
Namun di saat yang sama kami memahami bahwa kami tidak bisa membiarkan seorang pemain selalu bermain tiga kali seminggu selama berminggu-minggu berturut-turut dan berharap tingkat performa dan kesegarannya akan selalu sangat tinggi. Tidak hanya Sonny, tetapi juga untuk Denis [Bouanga]. Kami harus berhati-hati dengan hal itu," ujar Marc Dos Santos, Pelatih Kepala LAFC.
Tantangan LAFC makin berat karena harus bermain di markas Colorado Rapids yang berada di dataran tinggi. Pemain belakang Nkosi Tafari membandingkan tekanan elevasi tempat bertanding tersebut.
"Bagi siapa saja yang pernah bermain di Meksiko, khususnya Toluca, Anda akan tahu apa yang saya maksud," kata Nkosi Tafari, Bek Tengah LAFC.
Tafari menilai perbedaan tingkat ketinggian di lokasi pertandingan menjadi ujian fisik tersendiri bagi kesebelasan tamu.
"Itu adalah hal yang berbeda," ujar Nkosi Tafari, Bek Tengah LAFC.
Tim tuan rumah Colorado Rapids bertekad memanfaatkan keuntungan jeda istirahat dua pekan untuk meraih kemenangan ketiga secara beruntun di ajang MLS.