Menkeu Guyur Saldo Anggaran Lebih ke Perbankan demi Dorong Kredit
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelontorkan dana Saldo Anggaran Lebih ke perbankan untuk memacu pertumbuhan kredit hingga mencapai 13 persen sampai 14 persen di Jakarta pada Jumat (26/6/2026).
Langkah intervensi likuiditas ini diambil pemerintah karena tanpa adanya dukungan dana tersebut, laju pertumbuhan kredit nasional dikhawatirkan bakal terus mengalami perlambatan yang mendalam, dilansir dari Bloomberg Technoz.
Ancaman kemerosotan ekonomi dinilai menjadi sangat nyata jika sektor perbankan tidak mendapatkan bantuan likuiditas segera untuk menyalurkan pembiayaan.
"Kalau enggak dibantu, kredit akan turun. Pertumbuhannya ke delapan, tujuh, enam [persen] ke bawah. Jadi ancaman perlambatan ekonomi, amat real," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Kembalinya dana pemerintah ke sistem perbankan membuat sejumlah bank menyatakan kesiapan untuk menggulirkan lagi rencana penyaluran kredit mereka yang sempat tertahan sebelumnya.
"Ketika kita balikin lagi, mereka bilang kalau begitu rencana kredit yang selama ini mereka tahan gara-gara antisipasi kurangnya likuiditas akan mereka jalankan lagi. Pasti kreditnya tumbuh double digit. Mungkin 13%-14%," tambah Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Kementerian Keuangan menambah alokasi pendanaan untuk bank-bank Himbara sebesar Rp100 triliun dari rencana awal sebesar Rp200 triliun, ditambah dana fleksibel lain sekitar Rp75 triliun hingga Rp100 triliun lebih.
"Saya akan kembalikan lagi uang pemerintah ke Himbara. Bahkan saya tambah, tadinya 200 tambah saya, saya tambah Rp100 triliun. Nanti ada yang Rp75-100 triliun lebih fleksibel. Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Kebijakan penambahan likuiditas pada perbankan pelat merah ini diharapkan mampu menurunkan suku bunga di pasar sehingga mampu mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.
Sebelumnya, Menteri Keuangan sempat menarik dana dari Himbara karena adanya permintaan dari beberapa pihak, yang pada prosesnya justru memicu kekeringan likuiditas perbankan.
"Atas permintaan beberapa pihak suruh tarik, saya tarik. Rupanya jadi kering dan enggak ada sumber uang lagi. Jadi saya balikin lagi," ungkap Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Suntikan dana ke bank-bank Himbara kini diposisikan sebagai instrumen utama pertumbuhan ekonomi saat ini, yang juga sejalan dengan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Kekeringan likuiditas di sektor perbankan dan pelaku usaha sebelumnya juga memicu tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan berisiko memicu keluarnya modal investor asing dari pasar domestik.
"Kalau kita balikkan, prospek ekonomi balik lagi kan, akan lari lagi. Ya orang cenderung investasi negara yang ekonominya akan lari. Akibatnya rupiah akan menguat lagi," pungkas Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.