Mendagri Tito Karnavian Minta Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Upaya mendorong efisiensi birokrasi di lingkungan aparatur negara terus diperkuat lewat peran strategis alumni perguruan tinggi kedinasan. Dilansir dari Detikcom, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian berharap lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dapat berperan aktif sebagai agen perubahan di tengah kehidupan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Harapan tersebut disampaikan Tito saat memberikan pembekalan kepada Praja Utama Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Gedung Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (22/7/2026). Kuliah umum ini diselenggarakan sebagai bekal bagi para calon wisudawan sebelum resmi terjun ke dunia birokrasi.
Dalam kesempatan itu, Mendagri menekankan pentingnya kehadiran figur pelopor untuk menggerakkan sekitar 6,5 juta ASN di seluruh Indonesia. Menurutnya, lulusan IPDN dituntut mampu menjadi teladan dalam membangun budaya kerja yang bersih, efektif, serta berintegritas.
"Bagaimana caranya membuat 6,5 juta (ASN) ini semuanya bisa efisien. Paling enggak mayoritas. Perlu ada agent of change. Harus ada agen pembaruan yang bisa merubah mereka," kata Tito dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).
Tito menjelaskan bahwa lulusan IPDN dibekali keunggulan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik ilmu pemerintahan. Selama empat tahun masa pendidikan, para praja juga menjalani pembinaan fisik, mental, disiplin, dan ideologi secara terstruktur.
"IPDN ini juga dilengkapi tidak hanya dengan kemampuan akademik, tapi juga kesehatan dan kesamaptaan fisik mereka dan juga mental ideologi. Artinya integritas yang dididik, disiplin, tepat waktu, dan lain-lain," ujarnya.
Sebagai salah satu lembaga pendidikan kedinasan pencetak sumber daya manusia di bidang tata kelola publik, IPDN diharapkan terus mencetak aparatur yang siap menghadapi tantangan administrasi pemerintahan modern. Peningkatan kinerja ASN dinilai menjadi faktor utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin optimal.
Tito juga mengingatkan para calon purna praja agar senantiasa memahami peran serta tanggung jawab besar yang diemban sebagai bagian dari pelayan publik.
"(Alumni IPDN) memiliki civil service. Artinya civil administration, Aparatur Sipil Negara yang mampu menjalankan pemerintahan, roda pemerintahan, administrasi pemerintahan dengan efektif dan efisien," tutupnya.
Acara pembekalan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Rektor IPDN Halilul Khairi, serta jajaran civitas academica IPDN.