Lo Kheng Hong Borong 22,62 Juta Saham SIMP Milik Grup Salim
Investor kawakan Lo Kheng Hong memperkuat posisi kepemilikannya dengan membeli sebanyak 22,62 juta lembar saham emiten perkebunan sawit Grup Salim, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), per Kamis, 21 Mei 2026.
Aksi korporasi tersebut mendongkrak porsi kepemilikan saham Lo Kheng Hong di emiten berkode SIMP tersebut hingga melampaui ambang batas 5 persen, atau tepatnya menjadi 5,12 persen.
Langkah investasi ini terdeteksi melalui laporan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang diperbarui dan dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebelum transaksi pada 20 Mei 2026 tersebut, porsi kepemilikan saham sang investor per 30 April 2026 masih berada di level 4,97 persen dengan akumulasi 771,01 juta lembar saham.
Pasca aksi beli ini, total saham SIMP yang didekap oleh Lo Kheng Hong melonjak tajam mencapai 793,64 juta lembar saham.
Riwayat investasi pria yang akrab disapa Pak Lo di SIMP telah dimulai sejak Juni 2025 dengan kepemilikan awal sebesar 5,03 persen, namun ia sempat melakukan aksi ambil untung dengan melepas 8,18 juta lembar saham pada April 2026.
Langkah value investing ini berjalan di tengah tren pelemahan harga SIMP yang ditutup di level Rp535 per lembar pada Kamis, 21 Mei 2026, dan menyentuh Rp525 per lembar pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026 pukul 10.00 WIB.
Masuknya investor kakap ini juga memicu lonjakan jumlah pemegang saham SIMP sebanyak 2.308 investor dalam satu bulan, dari 17.429 menjadi 19.737 pemegang saham pada akhir April 2026 berdasarkan data PT Raya Saham Registra.
Selain SIMP, Lo Kheng Hong juga mempertahankan kepemilikan besar di atas 1 persen pada belasan perusahaan publik lainnya hingga akhir April 2026.
Tercatat ada sekitar 13 emiten dalam portofolio publiknya, dengan porsi persentase tertinggi berada di PT Intiland Development Tbk (DILD) sebesar 6,92 persen.
Porsi kepemilikan terkecil secara persentase berada pada saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) sebesar 1,02 persen yang saat ini status perdagangannya sedang disuspensi bursa.
Meskipun demikian, total portofolio saham jumbo yang dimiliki Lo Kheng Hong sebenarnya jauh lebih banyak daripada yang tercatat secara publik di atas 1 persen.
"Lebih dari itu," ungkap Lo Kheng Hong saat memberikan konfirmasi singkat kepada awak media pada Maret 2025 lalu.
Struktur kepemilikan mayoritas SIMP sendiri saat ini masih dikuasai oleh Indofood Agri Resources Ltd sebesar 73,46 persen dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk sebesar 6,68 persen.
Berikut adalah rincian lengkap portofolio saham Lo Kheng Hong dengan porsi di atas 1 persen per 30 April 2026:
| Nama Emiten | Kode Saham | Jumlah Saham | Persentase (%) |
|---|---|---|---|
| PT ABM Investama Tbk. | ABMM | 155.382.500 | 5,64 |
| PT Polychem Indonesia Tbk. | ADMG | 50.318.100 | 1,29 |
| PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. | BEST | 139.422.500 | 1,45 |
| PT Global Mediacom Tbk. | BMTR | 1.066.433.500 | 6,43 |
| PT Clipan Finance Indonesia Tbk. | CFIN | 75.594.200 | 1,9 |
| PT Intiland Development Tbk. | DILD | 716.806.700 | 6,92 |
| PT Gajah Tunggal Tbk. | GJTL | 232.792.900 | 6,68 |
| PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. | LSIP | 89.044.700 | 1,31 |
| PT Malindo Feedmill Tbk. | MAIN | 27.656.600 | 1,24 |
| PT Paninvest Tbk. | PNIN | 50.195.750 | 1,23 |
| PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. | RALS | 201.342.400 | 2,84 |
| PT Salim Ivomas Pratama Tbk. | SIMP | 771.017.500 | 4,97 |
| PT Sri Rejeki Isman Tbk. | SRIL | 209.339.500 | 1,02 |
Berikut adalah struktur pemegang saham utama PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) berdasarkan data terbaru:
| Nama Pemegang Saham | Jumlah Saham | Persentase Kepemilikan |
|---|---|---|
| Indofood Agri Resources Ltd | 11,38 miliar | 73,46% |
| PT Indofood Sukses Makmur Tbk | 1,03 diposkan | 6,68% |
| Publik Non-Warkat | 2,82 miliar | 18,22% |
| Publik Warkat | 253,62 juta | 1,63% |
| Ferdi Gunawan | 750 ribu | < 0,01% |
| Taufik Wiraatmadja | 120 ribu | < 0,01% |
| Tan Agustinus Dermawan | 50 ribu | < 0,01% |
Nama Lo Kheng Hong juga kerap muncul dalam jajaran 10 pemegang saham terbesar di emiten-emiten blue chip seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), BDMN, BNGA, hingga NISP.