Perang Rusia-Ukraina Akibatkan Korban Militer Tembus Dua Juta Jiwa
Total korban militer dari pihak Rusia dan Ukraina dilaporkan telah melampaui angka dua juta jiwa di tengah perang yang masih terus berlanjut. Data komparatif tersebut dipublikasikan melalui hasil studi lembaga think tank asal Amerika Serikat pada Rabu (1/7), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) mencatat bahwa pasukan Rusia menjadi pihak yang mengalami kerugian personel paling besar sepanjang pertempuran berlangsung.
"Gabungan korban Rusia dan Ukraina telah melebihi 2 juta," kata Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS).
Lembaga tersebut memperkirakan sekitar 400.000 hingga 450.000 tentara Rusia tewas sejak invasi dimulai pada Februari 2022. Angka kematian tersebut merupakan bagian dari total 1,4 juta korban Rusia yang mencakup personel tewas, terluka, dan hilang.
Sementara di pihak lawan, militer Ukraina mencatatkan total korban antara 525.000 hingga 625.000 orang. Dari jumlah tersebut, angka kematian tentara Ukraina diperkirakan berada di rentang 125.000 sampai 150.000 jiwa.
"Jumlah korban jiwa Rusia di Ukraina lebih dari empat kali lipat dibandingkan total korban jiwa AS dalam semua perang sejak Perang Dunia II," kata CSIS.
CSIS juga memaparkan analisis mengenai lonjakan perbandingan jumlah korban dari kedua belah pihak yang bertikai.
"Sementara rasio korban jiwa Rusia terhadap Ukraina kemungkinan telah meningkat menjadi sekitar 8 banding 1 pada paruh pertama tahun ini," tambah CSIS.
Di sisi lain, terdapat perbedaan data internal yang sempat disampaikan oleh pihak Ukraina mengenai jumlah kehilangan personel mereka dalam pertempuran.
"Sebelumnya pada Februari 2025, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada televisi Amerika bahwa negaranya kehilangan hampir 46.000 tentara sejak perang berkecamuk tahun 2022 lalu. Para analis menyebut angka tersebut sebagai perkiraan yang terlalu rendah," kata sumber laporan tersebut.
Zelensky kemudian memberikan keterangan tambahan mengenai status puluhan ribu tentara Ukraina lainnya yang tidak diketahui keberadaannya.
"Zelensky menyebut puluhan ribu tentara lainnya hilang atau ditahan Rusia," tulis laporan tersebut.
Berdasarkan basis data publik seperti pemberitahuan kematian, layanan Rusia untuk media BBC dan Mediazona mengidentifikasi lebih dari 163.000 tentara Rusia tewas selama empat tahun perang, meski jumlah riilnya diduga lebih tinggi.
Selain sektor militer, dampak fatal perang ini juga menyasar warga sipil secara signifikan. Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk HAM mencatat lebih dari 2.500 warga sipil tewas dan lebih dari 12.000 lainnya terluka sepanjang tahun 2025.