Kemenkop Latih Calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih
Kementerian Koperasi memulai program pelatihan dan sertifikasi secara serentak di seluruh Indonesia bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai 17 hingga 31 Juli 2026. Pembukaan program yang berlangsung selama 13 hari ini dipusatkan di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Cimahi, Jawa Barat, pada Kamis (17/7).
Penguatan kompetensi manajerial ini menjadi tahap kedua setelah para peserta merampungkan pembentukan karakter dan pendidikan bela negara bersama Kementerian Pertahanan, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Setelah fase ini selesai, para calon manajer dijadwalkan menempuh uji sertifikasi kompetensi standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
"Pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kompetensi teknis, melainkan penyiapan garda terdepan untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujar Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.
Pemerintah menjalankan tiga tahapan tersebut guna memastikan aspek karakter, kompetensi, dan profesionalisme terpenuhi dalam pengelolaan koperasi. Peningkatan kemampuan interpersonal seperti komunikasi dan kepemimpinan juga diberikan untuk mempermudah koordinasi di tingkat desa.
"Ini adalah tugas sejarah. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah gerakan negara yang harus terus dijaga karena tujuannya sangat mulia," tambah Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.
Langkah ini diambil karena manajer KDKMP memegang peranan strategis dalam operasionalisasi di lapangan. Peran tersebut mencakup pengelolaan distribusi barang bersubsidi, penyediaan layanan keuangan mikro, hingga menjadi agregator produk UMKM lokal.
"Kami ingin para manajer KDKMP tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik, memimpin tim, dan berinteraksi dengan masyarakat desa. Soft skills ini akan sangat menentukan keberhasilan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," kata Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.
Melalui standardisasi ini, para lulusan diharapkan mampu mempertahankan akuntabilitas tinggi di wilayah penempatan masing-masing. Kompetensi manajerial yang dipelajari selama pelatihan dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program.
"Kita ingin mencetak manajer yang akuntabel, profesional, dan adaptif. Keberhasilan operasionalisasi koperasi di desa-desa sangat bergantung pada kompetensi manajerial yang adik-adik pelajari selama pelatihan ini," terang Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.
Program intensif dengan total 90 jam pelajaran ini menjangkau puluhan ribu peserta di seluruh wilayah Indonesia. Pembelajaran diselenggarakan secara masif di 15 komando latihan, 60 satuan pendidikan, serta 451 kelas.
"Selain itu pemanfaatan Talent DNA untuk memperkuat integritas, kepemimpinan, serta kesiapan para manajer dalam mengelola KDKMP secara profesional," tutur Destry Anna Sari, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi.
Pemerintah sendiri menargetkan penempatan 30.000 manajer KDKMP dapat dimulai pada Agustus mendatang. Target penempatan ini berjalan beriringan dengan penyelesaian pembangunan fisik gudang gerai beserta alat kelengkapannya.
"Jadi Insya Allah nanti awal-awal Agustus itu sudah selesai mereka mengikuti pelatihan dan langsung kita tempatkan di seluruh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang juga bersamaan dengan pembangunan fisik gudang gerai dan alat kelengkapan yang sudah selesai dibangun," ujar Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.