Kemendikdasmen Bakal Gelar MPLS Pendidikan Jarak Jauh Secara Daring
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bakal menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) secara daring pada Senin, 3 Agustus 2026. Pelaksanaan serentak ini ditujukan untuk memfasilitasi anak-anak yang kesulitan mengakses layanan pendidikan formal, sebagaimana dilaporkan oleh Detikcom.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah perdana pemerintah dalam memfasilitasi siswa PJJ melalui kegiatan pengenalan sekolah serentak.
"Mulai minggu depan tanggal 3 Agustus kita akan memulai MPLS untuk PPJ ini dan ini mungkin MPLS serentak pertama yang kita lakukan sejak kita mengenal sistem PJJ," tutur Fajar Riza Ul Haq, Wamendikdasmen.
Skema pelaksanaan MPLS PJJ tersebut akan merujuk pada pedoman resmi yang diterbitkan oleh Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen. Berdasarkan acuan tersebut, durasi kegiatan dirancang berlangsung penuh selama lima hari secara daring.
"Panduan MPLS mengacu pada MPLS yang sama, cuman bagaimana strategi dari guru untuk mempraktekkan ini dalam konteks yang PJJ. Waktunya juga sama dan mudah-mudahan karena ini pengalamannya pertama, nanti ya cukup membuat mereka (murid) lebih termotivasi," kata Tatang Mutaqin, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen.
Meski mengutamakan metode daring, pihak kementerian memberikan ruang bagi sekolah induk di daerah seperti Jawa Barat dan Jawa Timur untuk menggelar kegiatan luring sesuai situasi geografis murid.
"Karena kan sekolah-sekolah induk itu ada yang jangkauannya juga jauh tapi ada juga yang tidak terlalu jauh, daerah-daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur," sampainya Tatang Mutaqin.
Selain itu, peran aktif orang tua murid baru turut dilibatkan dalam proses MPLS PJJ. Pelibatan ini dinilai krusial guna memperkuat dorongan belajar siswa selama menjalani pendidikan jarak jauh.
"Ini bagian dari ekosistem, karena tadi kata kuncinya di motivasi intensif dan tentu akan di support oleh motivasi intensif dari orang tua, dari teman, mungkin bisa saling mengingatkan," imbuh Tatang Mutaqin.