Kemenag Gelar Gerakan Hari Sejuta Arah Kiblat pada Juli 2026

Share

Fenomena astronomi Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat diprediksi akan kembali terjadi pada tanggal 15-16 Juli 2026. Peristiwa alam ini menandai momen ketika matahari berada tepat di atas Ka'bah.

Dikutip dari Detikcom, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama memanfaatkan momentum tersebut untuk menyelenggarakan Gerakan 1.448.000 Titik Verifikasi Arah Kiblat Nasional: Hari Sejuta Arah Kiblat. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Peaceful Muharam 1448 H.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa gerakan nasional ini bertujuan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat. Peristiwa yang terjadi dua kali dalam setahun ini dipandang sebagai waktu terbaik untuk melakukan pengecekan secara mandiri.

"Melalui Gerakan 1.448.000 Verifikasi Arah Kiblat Nasional, kami ingin mengajak masyarakat memastikan arah kiblat secara mudah dan akurat dengan memanfaatkan fenomena alam yang telah lama dikenal dalam tradisi ilmu falak. Ini adalah momentum edukasi sekaligus penguatan kualitas ibadah umat," kata Arsad.

Berdasarkan data Kementerian Agama, fenomena Rashdul Kiblat pada 15-16 Juli 2026 diperkirakan berlangsung sekitar pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Masyarakat dapat memverifikasi arah kiblat dengan melihat bayangan dari benda yang berdiri tegak lurus di bawah sinar matahari langsung.

Metode ini dinilai sangat praktis karena tidak membutuhkan alat khusus. Pengamatan bisa dilakukan di berbagai tempat terbuka seperti rumah, masjid, musala, sekolah, maupun area kampus.

Program ini menargetkan partisipasi dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari penghulu, penyuluh agama Islam, pengurus masjid, pesantren, hingga organisasi kemasyarakatan Islam. Target minimal peserta gerakan ini disimbolkan melalui angka tahun Hijriah saat ini, yaitu sebanyak 1.448.000 orang.

Masyarakat yang berminat mengikuti gerakan serentak di seluruh Indonesia ini dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui tautan resmi yang disediakan oleh Kementerian Agama.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author