Kejagung Selidiki 41 Nama dalam Percakapan WhatsApp Sony Sonjaya
Kejaksaan Agung bergerak mendalami keterlibatan 41 nama yang tercantum dalam riwayat pesan WhatsApp milik mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, terkait dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis pada Selasa (23/6/2026).
Penyidik Korps Adhyaksa hingga kini masih menyaring dan menganalisis peran dari puluhan nama tersebut sebelum melakukan pemanggilan resmi. Langkah ini diambil guna memastikan keterkaitan langsung para pihak dengan perkara yang sedang bergulir.
"Segera (dipanggil)," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi, saat ditemui di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Pihak kejaksaan menegaskan bahwa pengujian data digital masih berlangsung intensif di internal penyidik. Evaluasi mendalam diterapkan untuk memisahkan komunikasi biasa dengan percakapan yang mengarah pada tindak pidana.
"Nama-nama itu harus kita perdalam dulu, dia sebagai apa? Sebagai apa di situ? Atau memang berhubungan dengan chat atau telepon, tapi isinya apa itu yang sedang kami cek sampai sekarang perdalam," ungkap Syarief Sulaeman Nahdi.
Daftar nama ini mencuat setelah penasihat hukum melakukan verifikasi terhadap barang bukti elektronik yang disita oleh tim penyidik. Temuan data menunjukkan adanya lonjakan jumlah pihak yang diduga mengusulkan titik distribusi program.
"Dari 26 nama yang pernah kami sebut, ada satu orang yang ketika dibuka hasil chat-nya ternyata tabelnya terisi, totalnya sekarang bertambah jadi 41 nama," beber Krisna Murti, saat ditemui di Gedung Bundar Kejagung, Kamis lalu.
Kuasa hukum juga mengonfirmasi bahwa seluruh nama yang tertera dalam dokumen percakapan tersebut berstatus sebagai pihak yang mengajukan atau memiliki titik Satuan Pelayanan Program Gizi di berbagai wilayah Indonesia.