Keir Starmer Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris

Share

Keir Starmer secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi Perdana Menteri Inggris. Langkah ini menandai pergeseran politik yang signifikan, hanya dua tahun setelah ia memimpin Partai Buruh meraih kemenangan besar dalam pemilihan umum. Seperti dikutip dari Bloombergtechnoz, keputusan ini sekaligus membuka peluang besar bagi Andy Burnham untuk mengambil alih kepemimpinan.

Walikota Manchester tersebut baru saja mengamankan kursi parlemen pada pekan lalu dalam langkah strategis yang dipersiapkan untuk menantang posisi Starmer. Pengunduran diri ini membuat Inggris akan menghadapi perdana menteri kelimanya sejak tahun 2022. Situasi tersebut menjadi catatan baru bagi sistem pemerintahan Inggris yang selama ini dikenal mengutamakan stabilitas politiknya.

"Pertanyaan yang diajukan partai saya saat ini adalah apakah saya sosok terbaik untuk memimpin kita menuju pemilu berikutnya. Saya telah mendengar jawaban dari fraksi parlemen saya atas pertanyaan itu," ujar Starmer.

"Saya menerima jawaban tersebut dengan lapang dadanya." Proses pencalonan untuk memilih ketua Partai Buruh yang baru dijadwalkan bakal dibuka pada 9 Juli mendatang. Target penyelesaian seluruh tahapan tersebut ditetapkan pada 1 September.

Starmer memastikan dirinya akan tetap menjalankan tugas pemerintahan hingga seluruh proses pemilihan internal selesai. Ia berkomitmen untuk menjaga agar masa transisi kekuasaan dapat berjalan dengan tertib. Sosok yang memenangkan kontestasi internal Partai Buruh otomatis akan langsung dilantik menjadi perdana menteri Inggris yang baru. Mekanisme ini berjalan tanpa perlu melalui penyelenggaraan pemilihan umum nasional yang dipercepat.

Saat menyampaikan apresiasi kepada pihak keluarganya, suara Starmer sempat terdengar bergetar. Dirinya menyatakan niat untuk meluangkan lebih banyak waktu bersama keluarga setelah resmi menanggalkan jabatan kepemimpinannya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author