Jet Tempur AS Lepas Landas dari Israel Serang Iran
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengonfirmasi bahwa jet-jet tempur Amerika Serikat lepas landas dari pangkalan militer Israel untuk melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu (29/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pihak Teheran dilaporkan telah mengetahui pergerakan militer tersebut.
Teheran sejauh ini membalas serangan udara Amerika Serikat dengan menargetkan fasilitas serta pangkalan militer Washington di negara-negara tetangga kawasan Teluk. Sementara itu, serangan langsung dari Iran ke wilayah Israel sudah cukup lama tidak terjadi.
Israel Katz menegaskan bahwa pemerintahannya semula berencana menyasar fasilitas energi Iran, namun langkah tersebut mendapat penolakan keras dari pemerintah Amerika Serikat.
"Jet-jet tempur AS lepas landas dari Israel untuk melancarkan serangan terhadap Iran, dan pihak Iran mengetahui hal itu," ujar Katz kepada televisi lokal Israel, Channel 14.
Guna merespons dinamika keamanan di kawasan, pihak Israel tetap bersiap mengambil tindakan militer secara mandiri jika ancaman langsung kembali muncul.
"Kami sangat ingin menyerang target-target energi Iran, namun AS tidak menyetujuinya pada tahap ini," kata Katz dalam pernyataannya.
Ancaman serangan balasan dengan kekuatan penuh juga dilontarkan Tel Aviv apabila Teheran memutuskan untuk meluncurkan agresi baru ke wilayah mereka.
"Jika mereka menyerang Israel, kami akan membalas dengan kekuatan penuh. Kami siap menyerang Iran secara mandiri," tegas Menhan Israel tersebut.
Di sisi lain, Pusat Komando Amerika Serikat (CENTCOM) melaporkan bahwa pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan sejumlah rudal balistik pada Selasa (28/7/2026) pukul 17.45 waktu setempat ke pangkalan militer AS di Timur Tengah.
"Pada pukul 17.45 waktu setempat hari ini (28/7), pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan sejumlah rudal balistik dari Iran dalam upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang memiliki pangkalan di Timur Tengah," sebut CENTCOM dalam pernyataan via media sosial X.
Seluruh rudal balistik yang diluncurkan oleh pihak Iran tersebut diklaim berhasil dicegat sepenuhnya oleh sistem pertahanan militer Amerika Serikat.
"Semua rudal Iran berhasil dicegat," klaim CENTCOM.
Peluncuran rudal terbaru ini mengakhiri jeda konfrontasi sejak Jumat (24/7/2026), setelah kedua pihak sempat menangguhkan serangan pascaeskalasi konflik selama 13 hari yang berlangsung sejak 11 Juli lalu.