Jerman Hadapi Paraguay pada Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Share

Tim nasional Jerman menghadapi Paraguay dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, pada Senin (29/6/2026) waktu setempat.

Laga sistem gugur perdana bagi kedua tim ini menjadi momen krusial untuk memperebutkan tiket ke babak 16 besar demi menghadapi pemenang antara Prancis dan Swedia.

Jerman melaju ke babak gugur setelah menjuarai grup meskipun sempat menelan kekalahan 1-2 dari Ekuador pada pertandingan terakhir fase grup mereka.

Catatan statistik dari si.com menunjukkan Jerman menjadi salah satu tim paling produktif dengan koleksi 10 gol, peringkat kedua tembakan tepat sasaran, serta rata-rata penguasaan bola mencapai 53 persen.

Sebaliknya, Paraguay lolos ke babak ini sebagai tim peringkat ketiga terbaik ketujuh dengan produktivitas terendah karena hanya mencetak dua gol dan mencatat rata-rata penguasaan bola 30 persen.

Pelatih kepala Jerman, Julian Nagelsmann, tercatat sebagai manajer termuda dalam laga gugur Piala Dunia sejak 1986, dengan usia 38 tahun 341 hari saat memimpin laga ini.

Dalam susunan pemain, Nagelsmann melakukan perubahan dengan memasukkan bek tengah Antonio Rudiger untuk menggantikan Nico Schlotterbeck yang tidak bisa dimainkan.

Selain itu, posisi Joshua Kimmich tetap dipertahankan sebagai bek kanan meskipun muncul desakan dari pengamat seperti Philipp Lahm dan Lothar Matthaeus agar ia dikembalikan ke lini tengah akibat performa Aleksandar Pavlovic yang dinilai kurang memuaskan.

Sebelum pertandingan dimulai, keputusan taktis dan tuntutan hasil akhir menjadi fokus utama bagi sang pelatih dalam mempersiapkan mental skuadnya.

"It is always about winning when talking about the national team, trying to win every game. How you deal with expectations is just self-confidence, give the players a good plan so they feel comfortable and do the right things on the pitch," ujar Julian Nagelsmann, Pelatih Kepala Jerman.

Nagelsmann menegaskan pentingnya hasil positif karena besarnya ekspektasi publik terhadap performa Der Panzer di turnamen ini.

"If you win, everything is perfect, if you lose, everything is shit, so we have to win tomorrow," kata Julian Nagelsmann, Pelatih Kepala Jerman.

Di sisi lain, Nagelsmann juga memberikan penjelasan mengenai keputusan menempatkan Joshua Kimmich di posisi pertahanan sayap kanan untuk pertandingan tersebut.

"Untuk pertandingan ini, belum. Kami selalu berusaha memberikan ide terbaik kepada para pemain agar mereka dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya," tutur Julian Nagelsmann, Pelatih Kepala Jerman.

Ia menambahkan telah berkomunikasi secara personal dengan sang kapten demi memastikan kontribusi maksimal di atas lapangan.

"Saya juga telah berbicara lagi dengan Jo hari ini. Dia benar-benar bisa sangat membantu kami di sana. Selalu ada beberapa penyesuaian, seperti halnya pada setiap pemain setelah setiap pertandingan. Hal itu juga akan terjadi hari ini dan dia pasti akan tampil bagus hari ini," ucap Julian Nagelsmann, Pelatih Kepala Jerman.

Terkait kritik terhadap lini tengah, Nagelsmann tetap memberikan pembelaan dan kepercayaan penuh kepada gelandang mudanya, Aleksandar Pavlovic, yang tetap dipasang sebagai starter.

"Kami selalu mendiskusikan hampir segala hal di tim pelatih. Kami juga telah berbicara dengan Leon [Goretzka, red.], yang tampil bagus dalam latihan dan tidak pernah menyerah," kata Julian Nagelsmann, Pelatih Kepala Jerman.

Sang pelatih menilai bahwa penurunan performa di laga sebelumnya bukan sepenuhnya kesalahan individu sang pemain melainkan karena situasi penempatan posisi yang dinamis.

"Namun, kami harus memberikan kepercayaan kepada Pavlo, dia memiliki awal yang baik. Dua pertandingan terakhir memang tidak optimal, tetapi dia juga menghadapi situasi yang sulit karena penempatan posisi lain di lapangan. Itu bukan hanya kesalahannya. Dia memiliki potensi yang sangat besar dan merupakan pemain yang sangat penting bagi kami," ujar Julian Nagelsmann, Pelatih Kepala Jerman.

Laporan langsung nytimes.com dari Stadion Gillette menyatakan pertandingan babak pertama dimulai dalam kondisi cuaca panas mencapai 28 derajat Celsius, dengan Paraguay yang mengenakan seragam biru tua mengambil sepak mula pertama.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author