Jasa Marga Gelar Expert Sharing Session untuk Transformasi Layanan

Share

PT Jasa Marga (Persero) Tbk menggelar Expert Sharing Session sebagai langkah strategis dalam memperkuat transformasi pelayanan yang berorientasi pada pelanggan melalui peningkatan customer experience.

Dilansir dari Detikcom, perusahaan pengelola jalan tol ini tengah menggeser paradigma bisnis mereka dari penyedia infrastruktur semata menjadi infraculture yang mengutamakan keselamatan para pengguna jalan.

"Dampak dari perubahan paradigma ini tidak hanya untuk internal perusahaan, namun juga ke masyarakat agar semakin merasakan pengalaman terbaiknya selama berkendara," ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).

"Tantangan kita adalah mewujudkan total experience yang berfocus pada keselamatan pengguna jalan," kata Rivan menambahkan terkait komitmen keselamatan tersebut.

Rivan menjelaskan bahwa Jasa Marga terus menelurkan inovasi berbasis teknologi guna menyokong target tersebut, seperti sistem pengawasan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) dan pusat kendali operasional Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC).

Selain itu, terdapat aplikasi Travoy sebagai ekosistem digital terintegrasi serta sistem pengendalian internal bernama Troops untuk menjaga kualitas infrastruktur jalan tol tetap prima.

Acara yang berlangsung pada Rabu (2/7/2026) di kantor JMTC Bekasi ini mengambil tema "Up-scaling Customer Experience (CX) Through Smart, Sustainable, and Connected Mobility Ecosystems".

Agenda tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama Rivan A. Purwantono, Direktur Layanan Yaya Ruhiya, Corporate Secretary & Chief Administration Officer Trias Andriyanto, hingga jajaran manajemen anak perusahaan.

Dua narasumber utama dihadirkan dalam diskusi ini, yaitu akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi serta praktisi bisnis sekaligus akademisi Prof. Rhenald Kasali.

Rivan menilai kemampuan menghadirkan nilai tambah di setiap kilometer perjalanan menjadi parameter kesuksesan, salah satunya lewat revitalisasi rest area menjadi destinasi wisata.

"Semangat melayani sepenuh hati bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sudah menjadi keharusan dan kewajiban bagi seluruh Roadster Jasa Marga dalam memberikan kinerja terbaiknya kepada 3,5 juta kendaraan yang kami layani setiap hari," tutur Rivan.

Dalam sesi pemaparan materi, Prof. Mohammed Ali Berawi menegaskan bahwa pembentukan ekosistem mobilitas cerdas wajib ditopang oleh tiga pilar utama, yakni hardware, software, dan brainware.

Menurutnya, ketiga pilar tersebut harus berjalan selaras agar sistem transportasi masa kini bisa adaptif terhadap laju teknologi sekaligus menjawab kebutuhan riil masyarakat.

"Saat ini, menurut saya Jasa Marga sudah sangat baik. Jasa Marga telah memiliki command center yang mengelola data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis teknologi serta Travoy sebagai inovasi layanan digital," kata Prof. Mohammed Ali Berawi.

Ia mengingatkan agar pengembangan aspek teknologi yang masif ini tetap diseimbangkan dengan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan demi warisan generasi masa depan.

Sementara itu, Prof. Rhenald Kasali mengupas aspek customer experience lewat sudut pandang perilaku konsumen baru yang banyak dipengaruhi oleh sistem algoritma digital.

Ia juga menceritakan pengalaman pribadinya saat ditolong oleh petugas Jasa Marga ketika mengalami insiden ban pecah di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 62.

"Saya senang melihat tipe pemimpin seperti Pak Rivan karena tidak membuat sesuatu yang baru, tetapi mencari harta karun yang sudah ada seperti Travoy, lalu menghidupkannya dan menyempurnakannya menjadi strategi perusahaan menuju customer experience yang lebih baik," ujar Prof. Rhenald Kasali.

Melalui forum ini, manajemen berharap seluruh elemen internal Jasa Marga mendapat perspektif segar untuk memacu budaya kerja yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi publik.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author