ITB Luncurkan ICE Microcredential Jawab Pergeseran Rekrutmen Kerja

Share

Institut Teknologi Bandung meluncurkan platform ICE Microcredential di Auditorium IPTEK Campus Center Timur ITB Kampus Ganesha, Jumat (24/7), guna merespons pergeseran tren rekrutmen industri yang kini memprioritaskan keterampilan terverifikasi dibandingkan sekadar gelar formal, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Pergeseran ke arah perekrutan berbasis kemampuan membuat industri membutuhkan bukti kompetensi yang konkret. Program baru ini dirancang agar mahasiswa serta masyarakat umum dapat mengasah keahlian di bidang rekayasa, teknologi informasi, bisnis, hingga arsitektur.

"Ke depan, keterampilan yang terverifikasi menjadi semakin penting. Bukti kompetensi digital dalam bentuk digital badges mulai menjadi standar yang dibutuhkan industri," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof Dr Irwan Meilano.

Pengembangan program pelatihan ini menerapkan strategi yang berpatokan langsung pada kebutuhan riil masyarakat serta pasar kerja saat ini.

"Ditpro bergerak dengan pendekatan market-pull. Kita melihat kebutuhan pasar: masyarakat ingin belajar hal spesifik, mendapatkan sertifikat yang diakui, dan memiliki SKS terakumulasi tanpa harus berkomitmen pada kuliah panjang bertahun-tahun," tutur Asisten Direktur Pelaksana Program Direktorat Pendidikan Profesional Berkelanjutan (Ditpro) ITB, Dr Dina Dellyana.

Program yang memiliki bobot satu SKS ini dapat dikonversi sesuai ketentuan dan menghasilkan sertifikat yang berlaku selama lima tahun. Saat ini, ICE Microcredential ITB telah melibatkan 10 fakultas dan sekolah dengan menyediakan lebih dari 50 program kursus, mencakup bidang kecerdasan artifisial, kepemimpinan, hingga standar industri hijau yang diakses melalui situs resminya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author