IRGC Serang Pangkalan Udara AS Melalui Operasi Pembalasan

Share

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan udara ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) pada Senin (1/6) pagi waktu setempat. Gempuran tersebut diklaim berhasil menghancurkan seluruh target operasi yang telah ditentukan sebelumnya.

Aksi militer ini merupakan langkah pembalasan atas serangan AS terhadap fasilitas komunikasi Iran di Pulau Sirik, Provinsi Hormozgan. Dilansir dari Detikcom melalui laporan AFP dan Anadolu Agency, pihak IRGC tidak merinci letak geografis pangkalan udara AS yang menjadi sasaran tembak dalam siaran televisi IRIB.

Di sisi lain, militer Kuwait mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara mereka sempat mencegat serangan dari luar wilayah udara mereka. Respons pertahanan dari Kuwait ini bertepatan dengan pengumuman operasi militer dari pihak Iran, mengingat AS menempatkan sejumlah pangkalan militer di kawasan Teluk termasuk Kuwait.

Penyerangan oleh IRGC dilakukan berselang beberapa jam pascaoperasi militer dari komando udara AS. Wilayah Pulau Sirik sendiri berada dekat dengan Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis dan ikut terdampak perang antara Iran melawan AS serta Israel sejak akhir Februari 2026.

Pihak IRGC memberikan pernyataan resmi mengenai hasil operasi militer tersebut melalui kantor berita Mehr News Agency.

"serangan rudal dan drone musuh" kata IRGC, Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Melalui saluran komunikasi yang sama, pihak IRGC juga menyampaikan peringatan keras mengenai potensi konflik lanjutan di masa depan.

"yang berbeda dalam skala dan bentuknya" ujar IRGC, Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Hingga saat ini, pemerintah maupun otoritas militer Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi mengenai klaim kerusakan yang dirilis oleh Iran. Sebelum insiden ini terjadi, Komando Pusat AS atau CENTCOM mengonfirmasi telah menggempur posisi militer Iran di area Goruk dan Pulau Qeshm pada Sabtu (30/5) dan Minggu (31/5).

CENTCOM menegaskan bahwa pergerakan jet tempur mereka ke wilayah pertahanan udara Iran merupakan langkah taktis untuk melindungi diri.

"serangan pertahanan diri" cetus CENTCOM, Komando Pusat AS.

Langkah preventif tersebut diambil setelah pihak militer Amerika Serikat menuduh Iran melakukan tindakan provokatif di wilayah perairan internasional.

"tindakan agresif Iran yang mencakup menembak jatuh drone MQ-1 AS yang beroperasi di atas perairan internasional" pungkas CENTCOM, Komando Pusat AS.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Amerika Serikat Iran IRGC
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author