Indeks Hang Seng Turun 1,5 Persen Dipicu Kekhawatiran Pajak Asuransi dan Tekanan Properti
Indeks Hang Seng di Hong Kong turun tajam sebesar 1,49 persen menjadi 25.530,28 pada perdagangan Kamis, terdorong oleh kekhawatiran pajak di sektor asuransi dan tekanan pada saham properti, meskipun saham terkait emas dan kecerdasan buatan (AI) menunjukkan daya tahan.
Indeks ini dibuka dengan penurunan 248 poin dan sempat menyentuh level terendah intraday 25.389, menembus rata-rata pergerakan 250 hari dan 10 hari yang penting secara teknikal.
Hang Seng TECH Index juga mengalami penurunan signifikan sebesar 2,28 persen, menutup di angka 4.820,78, sementara Hang Seng China Enterprises Index turun 1,22 persen ke 8.498,73. Total nilai transaksi mencapai HKD 255,2 miliar dengan investor daratan mencatatkan arus keluar bersih sebesar HKD 14,6 miliar melalui program Stock Connect.
Sektor asuransi menjadi penyumbang utama penurunan indeks. Kekhawatiran muncul akibat rencana beberapa provinsi di daratan Tiongkok yang mempertimbangkan pengenaan pajak atas hasil investasi dari polis asuransi Hong Kong yang dimiliki oleh individu daratan. Hal ini diperkirakan akan mengurangi daya tarik produk asuransi Hong Kong bagi klien daratan.
AIA Group turun hampir 9 persen, menjadi saham blue-chip dengan penurunan terdalam. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap pertumbuhan bisnis baru dan profitabilitas perusahaan. Saham Prudential juga turun sekitar 6 persen, sementara perusahaan keuangan lain seperti Standard Chartered, HSBC, dan Bank of China melemah antara 1 hingga 3 persen.
Kondisi sektor asuransi diperburuk oleh sentimen risk-off yang meluas, dengan investor beralih dari saham keuangan karena kekhawatiran ekonomi global dan dampak suku bunga rendah terhadap hasil investasi.
Sektor properti lokal juga menghadapi tekanan jual, dengan saham Kowloon Property turun hampir 5 persen menjelang pengumuman pendapatan, Sun Hung Kai Properties turun 5,18 persen, dan CK Asset Holdings anjlok 3,9 persen. Sebaliknya, Wharf REIC naik lebih dari 13 persen setelah laporan pendapatan yang positif.
Perusahaan pengembang properti daratan juga mengalami penurunan. Ronshine China Holdings jatuh lebih dari 38 persen setelah reli tajam sehari sebelumnya, CIFI Holdings turun lebih dari 9 persen, dan Sino-Ocean Group melemah lebih dari 7 persen. Kekhawatiran terus muncul terkait pemulihan pasar properti dan kemampuan pengembang memenuhi kewajiban utang mereka.
Sektor teknologi juga mengalami tekanan, dengan Hang Seng TECH Index yang lebih lemah dibandingkan pasar secara keseluruhan. Saham semikonduktor seperti SMIC turun sekitar 4 persen, sementara Hua Hong Semiconductor juga terkena tekanan jual. Saham internet besar seperti Baidu, Alibaba, Kuaishou, Xiaomi, dan Tencent mengalami penurunan, memperberat kinerja indeks utama dan sub-indeks teknologi.
Tekanan di sektor teknologi juga dipicu oleh persaingan teknologi antara Tiongkok dan Amerika Serikat, dengan laporan potensi pembatasan ekspor teknologi dari Tiongkok yang menekan sentimen pasar.
Meski demikian, beberapa sektor menunjukkan ketahanan. Saham terkait emas naik seiring kenaikan harga emas dunia yang mencapai puncak tujuh minggu di atas $4.250 per ounce. Saham Lao Feng Xiang naik lebih dari 3 persen, dan Chow Tai Fook Jewellery menguat lebih dari 2 persen. Kenaikan harga emas didorong oleh pelemahan dolar AS dan permintaan safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik.
Sektor AI juga menunjukkan kinerja positif. Saham MiniMax melonjak lebih dari 17 persen setelah masuk dalam program Stock Connect, yang memungkinkan investor daratan berinvestasi langsung. Saham Zhipu AI juga naik lebih dari 4 persen, menandakan minat investor yang berkelanjutan pada tema kecerdasan buatan meski sektor teknologi secara umum melemah.
Indeks Hang Seng yang turun 1,65 persen berbanding terbalik dengan indeks Shanghai Composite yang naik 0,57 persen pada hari yang sama, mencerminkan pergeseran posisi dana investasi antara pasar Hong Kong dan daratan Tiongkok, menurut 247wallst.com dan laporan bbntimes.com.