IHSG Berhasil Ditutup Menguat 1,1 Persen ke Level 6.162

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup di zona hijau pada akhir pekan ini. Pergerakan indeks sempat mengalami fluktuasi yang cukup tajam sejak pembukaan perdagangan.

Dikutip dari Bloombergtechnoz, IHSG menguat 1,1% ke posisi 6.162 pada penutupan perdagangan Jumat (22/5/2026). Indeks sempat merosot ke zona merah sebelum akhirnya berbalik arah dengan cepat.

Rentang pergerakan indeks pada hari ini tercatat berada di level tertinggi 6.171. Sementara itu, posisi terendah indeks sempat menyentuh level 5.966.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi perdagangan mencapai Rp21,56 triliun. Total saham yang ditransaksikan mencapai 40,28 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1,97 juta kali.

Kenaikan indeks ditopang oleh 449 saham yang menguat. Sebanyak 251 saham mengalami pelemahan, dan 118 saham lainnya bergerak stagnan.

Sektor barang baku menjadi pendorong utama dengan kenaikan 6,85%, diikuti sektor energi sebesar 4,83%, dan konsumen non-primer sebesar 2,58%. Sektor perindustrian juga bangkit dengan penguatan 2,31%.

Beberapa saham barang baku yang melesat adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar 24,7% dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar 19,6%. Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga naik 18,8%.

Pada sektor energi, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) melonjak 24,4% dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 22,1%. Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik 13,6% serta PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menguat 13,4%.

Indeks saham unggulan LQ45 juga ikut menguat sebesar 0,66% ke posisi 620,44. Saham penopang di sektor ini meliputi PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang naik 13,1% dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menguat 12,8%.

Saham LQ45 lain yang menguat adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) sebesar 9,55% dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) sebesar 9,39%. Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melesat 9,22%.

Penguatan IHSG sejalan dengan bursa Asia yang mayoritas menghijau. KOSDAQ memimpin dengan 4,99%, disusul NIKKEI 225 sebesar 2,68%, Shenzhen Comp. 2,23%, dan TW Weighted Index sebesar 2,17%.

Bursa regional lain seperti CSI 300 naik 1,31%, Topix 1%, Shanghai Composite 0,87%, Hang Seng 0,86%, PSEi 0,69%, Straits Times 0,44%, KOSPI 0,41%, SETI 0,39%, SENSEX 0,31%, dan KLCI menguat 0,25%.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, hampir seluruh sektor saham ditutup menguat. Sektor finansial menjadi satu-satunya yang melemah sebesar 0,38%.

Kenaikan sektor energi dan barang baku dipicu oleh rumor penundaan kebijakan ekspor komoditas strategis. Indonesia dikabarkan akan menunda implementasi penuh kebijakan ekspor batu bara hingga 1 Januari 2027.

"Penundaan ini dinilai memberikan periode transisi yang lebih panjang bagi eksportir dan pembeli internasional untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan kebijakan tersebut," papar Phintraco dalam riset hariannya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author