IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.272 Pada Perdagangan 3 Agustus 2026

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 36,49 poin atau 0,59 persen ke posisi 6.272,62 pada perdagangan Senin (3/8/2026) pagi. Penguatan indeks ini ditopang sentimen positif bursa global serta tren historis bulan Agustus yang cenderung konstruktif.

Seiring dengan IHSG, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut mencatatkan kenaikan sebesar 6,05 poin atau 0,97 persen menuju level 627,29. Pergerakan positif di awal pekan ini melanjutkan momentum pemulihan setelah IHSG ditutup melesat 10,51 persen sepanjang Juli 2026.

Pada perdagangan sesi I hari Senin (3/8), IHSG ditutup tipis melemah 0,03 persen ke posisi 6.234,29 dengan volume perdagangan mencapai 22,24 miliar saham. Pergerakan tersebut mencerminkan penurunan sekitar 27,90 persen sejak awal tahun serta koreksi 31,75 persen dari rekor tertinggi Januari lalu.

Riset harian Ciptadana Sekuritas Asia memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.107 dan resistance 6.307 dengan bias positif pada 3 Agustus 2026. Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan indeks berada di awal wave v dari wave (c) dari wave [iv] dengan target penguatan 6.352 hingga 6.545, serta memprediksi potensi koreksi ke 6.108–6.187.

Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpeluang menguji level 6.300–6.380 yang didorong penguatan bursa Wall Street dan lonjakan saham Amazon, meski yield US Treasury tenor 30 tahun naik ke 5,25 persen. Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham ASII, AMMN, PGAS, NCKL, dan INTP sebagai pilihan utama, sedangkan MNC Sekuritas menyarankan pencermatan pada saham BRMS, ENRG, MBMA, dan PSAB.

Tim Analis Bareksa merekomendasikan saham INDY dengan strategi speculative buy di kisaran Rp2.500–2.600 dan target Rp2.770–2.840, ELSA pada range Rp685–690 dengan target Rp730–755, serta BUKA dengan strategi buy on weakness pada area Rp117–118 menuju target Rp124–127.

Di sisi lain, pergerakan pasar saham masih dibayangi sikap hawkish Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga di rentang 3,50%–3,75% pada 29 Juli, pelemahan rupiah mendakati Rp18.000 per dolar AS, serta penundaan penerbitan obligasi dolar AS oleh Danantara.

"Posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave v dari wave (c) dari wave [iv], sehingga masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan target di kisaran 6.352-6.545," tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya, dilansir dari kumparan.

Pergerakan indeks diprediksi akan terus menguji level resistance penting di area 6.450 guna memastikan kelanjutan tren penguatan secara berkelanjutan.

"Secara teknikal, IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.300-6.380 pada pekan ini," tulis Phintraco dalam risetnya.

Pasar juga menantikan sejumlah agenda ekonomi domestik pekan ini, seperti rilis PMI manufaktur, inflasi, neraca perdagangan, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026, hingga data cadangan devisa.

"Selama IHSG mampu bertahan di atas 6.200-6.180, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.244 sebagai resistance terdekat, dan apabila berhasil breakout, penguatan berpotensi berlanjut ke 6.315 hingga 6.377," ujar Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia.

Liza menambahkan bahwa pergerakan pasar global turut dipengaruhi oleh dinamika kinerja sektor teknologi dan ketidakpastian kebijakan moneter.

"Kombinasi kuatnya kinerja emiten teknologi dan kekhawatir terhadap arah kebijakan moneter membuat pergerakan pasar tetap selektif," kata Liza.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author