IHSG Berpeluang Menguat ke 6.544 Usai Libur Kemerdekaan

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat ke rentang 6.440 hingga 6.544 pada awal pekan perdagangan yang dimulai Selasa (18/8/2026) usai libur Hari Kemerdekaan 17 Agustus.

Pada perdagangan Jumat lalu, IHSG ditutup menguat 1,59 persen atau naik ke level 6.401,88 yang disertai dengan peningkatan volume pembelian dari para pelaku pasar.

Kenaikan tersebut mencerminkan sikap investor domestik yang mulai beralih dari dampak evaluasi Indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode Agustus 2026.

Sebelumnya, IHSG juga melonjak 1,69 persen ke level 6.373,85 pada Rabu (12/8/2026) yang didukung aksi beli bersih investor asing senilai Rp725 miliar.

Penguatan sektor bursa domestik kala itu dipimpin oleh sektor infrastruktur yang melesat 4,74 persen dan sektor energi yang naik 3,35 persen.

Saham-saham seperti BREN menguat 13,29 persen ke Rp3.750, BRPT naik 7,14 persen ke Rp1.950, dan CUAN melonjak 20,83 persen ke Rp870.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat melemah 35 poin ke posisi Rp17.875 per dolar AS pada perdagangan yang sama.

Secara teknikal pada timeframe harian, posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [iv].

“Best case (hitam), posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [iv], hal tersebut berarti IHSG berpeluang menguat dengan target 6.440-6.544. Worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal dan rawan terkoreksi ke rentang 5.890-6.192 untuk membentuk wave (b),” tulis riset MNC Sekuritas.

Analis BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan bahwa penguatan IHSG sebelumnya didorong antisipasi pengumuman MSCI yang menghapus 10 saham Indonesia tanpa penambahan saham baru di indeks utama.

“Ekspektasi tidak adanya kejutan negatif mendorong bargain hunting dan pre-positioning investor,” jelas analis BRI Danareksa Sekuritas.

Analis BRI Danareksa menambahkan bahwa indeks memiliki area support di 6.240-6.190 dan target resistance teknikal di 6.450.

“Jika mampu breakout, target berikutnya berada di 6.450 dengan support di 6.240-6.190,” imbuh analis BRI Danareksa Sekuritas.

Sementara itu, Analis Phintraco Sekuritas menilai pergerakan indeks akan dipengaruhi oleh variasi sentimen pasar serta fokus investor pada agenda nasional.

“Namun sentimen yang variatif, berpeluang membuat indeks bergerak mixed,” imbuh analis Phintraco Sekuritas.

Investor juga mencermati pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto terkait RUU APBN 2027, Nota Keuangan, dan arah kebijakan fiskal nasional.

Untuk pilihan saham harian, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness pada saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) di area Rp9.225-Rp9.350 dengan stoploss di bawah Rp9.150.

Tim Analis Bareksa turut merekomendasikan saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) dengan target harga Rp900–925, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) target Rp1.125–1.160, dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) target Rp580–595.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author