IHSG 4 Juni 2026 Anjlok 3,48 Persen di Sesi I Akibat Saham Big Bank Melemah

Share

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat dan memerah sepanjang paruh pertama perdagangan, Kamis (4/6). Penurunan ini dipicu oleh rontoknya sebagian besar saham di bursa.

Dikutip dari Detik Finance via data perdagangan RTI Business, IHSG terpantau ambles sebesar 3,48% menuju posisi 5.734,25 pada akhir sesi I. Indeks saham unggulan domestik ini bahkan sempat tersungkur hingga melebihi 5% ke titik terendahnya di level 5.644,23.

Aktivitas perdagangan mencatatkan volume transaksi yang menembus angka 24,84 miliar saham. Nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 12,73 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.384.192 kali.

Pelemahan signifikan juga menimpa indeks LQ45 selaku papan perdagangan utama yang merosot 3,21% ke posisi 570,075. Konfigurasi pasar menunjukkan sebanyak 683 saham bergerak melemah, sedangkan saham yang menguat hanya 63 dan 62 saham lainnya jalan di tempat.

Sektor perbankan raksasa menjadi motor utama pelemahan indeks pada paruh pertama hari ini. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengalami koreksi dalam sebesar 5,32% ke harga Rp 3.380 per lembar saham.

Tren penurunan ini diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menyusut 3,79% menjadi Rp 2.790 per saham. Begitu pula dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang terkikis 3,62% ke level harga Rp 5.325 per saham.

Tekanan terhadap IHSG kian diperberat oleh koreksi tajam dari deretan saham milik konglomerat. Emiten kepunyaan Hapsoro, PT Bukit Uluwati Villa Tbk (BUVA) menjadi salah satu yang paling anjlok sebesar 12,41% ke posisi Rp 635 per saham.

Selanjutnya, saham milik Prajogo Pangestu melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ikut merosot hingga 10,53% ke harga Rp 1.445 per saham. Emiten aviasi kepunyaan Haji Isam, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) juga melemah 9,56% menjadi Rp 246 per saham.

Koreksi ini ditutup oleh saham dari Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang terdepresiasi sebesar 9,17% ke level harga Rp 99 per lembar saham.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author