IHSG 2 Juni 2026 Ditutup Menguat 1,11 Persen ke Level 6.195

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh zona hijau pada penutupan pasar. Dilansir dari Bloombergtechnoz, indeks domestik mencatat peningkatan sebesar 1,11% dan menetap pada posisi 6.195,42 pada Selasa (2/6/2026).

Pertumbuhan ini menempatkan bursa saham Indonesia di peringkat keenam regional Asia. Data pasar menunjukkan Hang Seng memimpin sebesar 2,52%, disusul PSEi 1,95%, CSI 300 1,4%, SETI 1,26%, dan Straits Times 1,18%.

Pergerakan indeks hari ini bergerak fluktuatif pada rentang yang cukup lebar. Level tertinggi yang sempat disentuh berada pada angka 6.264, sedangkan titik terendahnya tercatat pada level 6.143.

Aktivitas perdagangan di lantai bursa berlangsung sangat padat. Volume saham yang berpindah tangan mencapai 31,25 miliar lembar dengan nilai transaksi keseluruhan menyentuh Rp25,47 triliun dari 2,57 juta kali frekuensi transaksi.

Secara keseluruhan, peta pergerakan saham didominasi oleh koreksi minor meski indeks utama menguat. Sebanyak 281 saham berhasil menguat, 389 saham mengalami penurunan, dan 147 saham lainnya stagnan.

Sektor energi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,61%, disusul barang baku sebesar 1,31%, dan infrastruktur tumbuh 0,63%. Lonjakan indeks utama ditopang secara masif oleh performa jajaran saham berkapitalisasi besar.

Sepuluh saham pendorong utama indeks meliputi Barito Renewables Energy (BREN) yang menyumbang 30,41 poin, Amman Mineral Internasional (AMMN) 18,02 poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 14,19 poin, dan Bank Central Asia (BBCA) 11,77 poin.

Berikutnya ada Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dengan sumbangan 10,9 poin, Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) 8,85 poin, Bank Mandiri (BMRI) 7,08 poin, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) 6,23 poin, Bank Mega (MEGA) 2,55 poin, dan Chandra Asri Pacific (TPIA) 2,39 poin.

Sektor unggulan LQ45 ikut melesat, dipimpin PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang melonjak 8,31%. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menyusul dengan kenaikan 4,44% dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melompat 3,64%.

Emiten komoditas juga menunjukkan performa positif. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat sebesar 2,07%, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 1,93%, serta PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) terapresiasi 1,77%.

Faktor penguatan mata uang garuda di pasar spot turut memberikan stimulus positif bagi pergerakan indeks. Rupiah menguat 0,2% secara point-to-point ke level Rp17.838 per dolar AS, memutus tren pelemahan lima hari.

Mata uang Asia terapresiasi akibat pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,06% ke posisi 99,142. Kondisi ini dipengaruhi oleh penurunan harga minyak WTI sebesar 0,92% ke level US$91,3 dan Brent yang turun 1,12% ke US$93,92 per barel.

Apresiasi mata uang lokal ini dinilai dapat memangkas beban utang luar negeri emiten. Bagi perusahaan dengan basis pendapatan rupiah, situasi ini berpotensi meningkatkan laba bersih serta proyeksi pembagian dividen bagi investor.

Analisis teknikal dari Phintraco Sekuritas mengindikasikan posisi indeks berada di atas MA-5. Indikator Stochastic RSI mulai bergerak menuju area pivot seiring penyempitan histogram negatif MACD.

“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.220–6.280,” analisis Phintraco, Selasa.

Proyeksi lain dari Panin Sekuritas menekankan pentingnya posisi penutupan stabil di atas resistance MA-5 pada level 6.195. Jika mampu bertahan, ruang penguatan menuju batas MA-20 di level 6.580 akan terbuka lebar.

“Di sisi lain, support terdekat pada angka psikologis 6.000, dan support 5.742–5.883 diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG,” terang Panin dalam catatan terbarunya, Selasa.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author