IHSG 10 Juni 2026 Menguat ke 5.902 meski Asing Net Sell Rp3,13 Triliun

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau pada penutupan perdagangan Rabu, 10 Juni 2026. Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg Technoz, indeks nasional terpantau mengalami kenaikan sebesar 55,7 poin atau setara dengan 2,71% menuju level 5.902.

Kondisi berbanding terbalik justru diperlihatkan oleh pemodal internasional. Investor asing dilaporkan gencar melepas kepemilikan saham mereka dengan catatan jual bersih atau net sell menembus angka Rp3,13 triliun di seluruh pasar, sementara pada pasar reguler nilainya mencapai Rp2,93 triliun.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi sasaran pelepasan terbesar oleh investor asing dengan nilai net sell mencapai Rp571,32 milar. Kendati mendapatkan tekanan jual yang masif, harga saham BBRI tetap mampu terkerek naik sebesar 3,23% ke posisi Rp2.880 per lembar saham.

Aksi lepas saham oleh modal asing tidak hanya bertumpu pada sektor perbankan, melainkan juga menyasar beberapa emiten besar di sektor komoditas dan infrastruktur. Berikut adalah data lengkap sepuluh saham dengan nilai penjualan bersih paling masif oleh pemodal luar negeri pada perdagangan kemarin.

Daftar 10 Saham Net Sell Terbanyak Asing 10 Juni 2026
No Nama Emiten (Kode Saham) Nilai Net Sell Asing
1 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp571,32 miliar
2 PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp395,45 miliar
3 PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp147,15 miliar
4 PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp133,49 miliar
5 PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp125,14 miliar
6 PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp113,64 miliar
7 PT Astra International Tbk (ASII) Rp109,01 miliar
8 PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp104,39 miliar
9 PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp80,03 miliar
10 PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp75,75 miliar

Di sisi lain, investor asing juga membukukan aksi beli bersih atau net buy, dengan porsi terbesar didapatkan oleh saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) senilai Rp23,86 miliar. Namun, pergerakan saham GOTO tidak terpengaruh oleh akumulasi beli tersebut sehingga posisinya berakhir stagnan di level Rp50 per lembar saham.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author